Yang Harus Kamu Lakukan Jika Mengalami Kegagalan

Setiap orang sudah pernah gagal. Bahkan jika individu itu sama sekali tidak pernah merencanakan kegagalan. Setiap individu yang pernah gagal akan merasakan bagaimana kegagalan itu benar-benar menguras energi lahir dan batin. Bahkan sebagian individu merasa tidak akan sanggup lagi untuk bangkit dari kegagalan. Sebagian yang lain membutuhkan bantuan orang lain untuk disadarkan bahwa hidup terus berjalan.

Setiap kegagalan tentu juga sering tidak dimasukkan ke dalam daftar, ketika kita mulai melangkah melakukan hal yang baru. Karena kita yakin, ketika segala sesuatu sudah rinci kita persiapkan, maka kegagalan pasti akan menyingkir jauh. Padahal, kegagalan bisa mengikuti di mana dan kapan saja kita kurang waspada.

Kegagalan yang tidak direncanakan dari awal ini, yang membuat seorang yang gagal jadi patah hati dan patah semangat. Beberapa di antaranya bisa juga terkena stres dan masuk rumah sakit jiwa. Kegagalan ini yang sering terjadi di panggung politik negara kita ketika rumah sakit jiwa penuh oleh para caleg yang gagal.

Hidup kita bukan jalan yang lurus. Meski kita merencanakan sebuah jalan yang akan kita lalui benar-benar lurus dengan antisipasi yang benar-benar kita jaga kelurusannya, takdir bisa jadi berkata lain. Tiba-tiba jalan kita berbelok di suatu tempat karena ada gunung yang menghalanginya. Bisa juga bukan jalannya yang menjadi tidak lurus, tapi kita yang berjalan di jalan itu yang membelokkan arah dengan kesadaran sendiri. Kegagalan bisa datang kapan saja untuk menguji langkah kita.

Lalu apa yang harus kita lakukan bila ternyata kita gagal?
1. Sudah berapa kali gagal?
Coba hitung, apakah ini kegagalan kita yang pertama? Kalau gagal pertama kita sudah berani bangkit lagi, itu tandanya kita orang hebat. Tentu, butuh keyakinan dan kekuatan tekad untuk melawan semua rasa nestapa akibat kegagalan itu. Tapi yakini saja, kunci untuk mengusir rasa tidak menyenangkan akibat gagal hanya satu, bangkit lagi!

2. Putus asa itu biasa..
Putus asa setelah kegagalan pertama itu masalah biasa. Kaget lalu memutuskan tidak akan melangkah lagi, adalah naluri manusia yang tidak ingin mendapat kesusahan. Tapi putus asa setelah beberapa kali kegagalan itu hal yang tidak lumrah. Karena tentunya kita sudah mendapat ilmu agar tidak lagi terperosok lagi—kalau pun terperosok bisa keluar dan mendapatkan penemuan baru. Untuk membantu Anda: buat catatan rinci di mana kita gagal, akan membantu kita lebih paham lagi jalan yang akan kita lalui. Sehingga kegagalan tidak lagi menemui kita.

3. Bangkit lagi?
Bangkit lagi setelah perenungan akan membuat kita jadi manusia baru. Mengolah rasa sakit karena kegagalan, akan membuat kegagalan itu benar-benar menjadi sebuah sukses yang tertunda.

4. Takut gagal lagi?
Takut gagal lagi itu juga biasa. Namun takut gagal itu harusnya diproyeksikan hanya akan singgah sementara waktu saja, bukan menetap. Jika takut gagal itu menetap, bahkan berimbas kita takut melakukan hal lain, ada baiknya bila kita mulai mencari teman yang bisa membantu kita. Karena hal itu bila akan diteruskan akan membuat kita menjadi seseorang yang layu sebelum berkembang.

Michael Jordan, pemain basket yang dikenal dengan gaya “berjalan di udara” dan telah memenangkan banyak penghargaan sebagai pemain terbaik di dunia ini bisa kita jadikan pembelajaran tentang kegagalan. “Saya meleset lebih dari 9000 lemparan dalam hidup saya. Saya juga kalah hampir di 300 permainan. Sekitar 26 kali saya dipercaya untuk mengeksekusi lemparan penentu kemenangan, namun saya gagal. Saya sudah gagal dan gagal lagi, berkali-kali dalam hidup. Namun, justru karena itu saya bisa meraih sukses.”

Artikel Terkait

loading...

Comments