Inilah Hal-hal Membatalkan Shalat Yang Perlu Anda Ketahui

Shalat seseorang akan batal apabila ia melakukan salah satu di antara hal-hal berikut ini:

1. Makan dan minum dengan sengaja, Hal ini ber-dasarkan sabda Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam:

"Sesungguhnya di dalam shalat itu ada kesibukkan tertentu." (Muttafaq 'alaih) (1) Dan ijma' ulama juga mengatakan demikian.

2. Berbicara dengan sengaja, bukan untuk kepentingan pelaksanaan shalat.

"Dari Zaid bin Arqam radhiallaahu anhu, ia berkata, 'Dahulu kami berbicara di waktu shalat, salah seorang dari kami berbicara kepada temannya yang berada di sampingnya sampai turun ayat: 'Dan hendaklah kamu berdiri karena Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu'(1), maka kami pun diperintahkan untuk diam dan dilarang berbicara." (Muttafaq 'alaih)
Dan juga sabda Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam:

"Sesungguhnya shalat ini tidak pantas ada di dalamnya percakapan manusia sedikit pun." (HR. Muslim)

Adapun pembicaraan yang maksudnya untuk membetulkan pelaksanaan shalat, maka hal itu diperbolehkan seperti membetulkan bacaan (Al-Qur'an) imam, atau imam setelah memberi salam kemudian bertanya apakah shalatnya sudah sempurna, apabila ada yang menjawab belum, maka dia harus menyempurnakannya. Hal ini pernah terjadi terhadap Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam , kemudian Dzul Yadain bertanya kepada beliau, 'Apakah Anda lupa ataukah sengaja mengqashar shalat, wahai Rasulullah?' Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam menjawab, 'Aku tidak lupa dan aku pun tidak bermaksud mengqashar shalat.' Dzul Yadain berkata, 'Kalau begitu Anda telah lupa wahai Rasulullah.' Beliau bersabda, 'Apakah yang dikatakan Dzul Yadain itu betul?' Para sahabat menjawab, 'Benar.' Maka beliau pun menambah shalatnya dua rakaat lagi, kemudian melakukan sujud sahwi dua kali. (Muttafaq 'alaih)

3. Meninggalkan salah satu rukun shalat atau syarat shalat, apabila hal itu tidak ia ganti/sempurnakan di tengah pelaksanaan shalat atau sesudah selesai shalat beberapa saat. Hal ini berdasarkan hadits Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam terhadap orang yang shalatnya tidak tepat:
"Kembalilah kamu melaksanakan shalat, sesungguhnya kamu belum melaksanakan shalat." (Muttafaq 'alaih)
Lantaran orang itu telah meninggalkan tuma'ninah dan i'tidal. Padahal kedua hal itu termasuk rukun.

4. Banyak melakukan gerakan, karena hal itu bertentangan dengan pelaksanaan ibadah dan membuat hati dan anggota tubuh sibuk dengan urusan selain ibadah. Adapun gerakan yang sekadarnya saja, seperti memberi isyarat untuk menjawab salam, membetulkan pakaian, menggaruk badan dengan tangan, dan yang semisalnya, maka hal itu tidaklah membatalkan shalat.

5. Tertawa sampai terbahak-bahak. Para ulama sepakat mengenai batalnya shalat yang disebabkan tertawa seperti itu. Adapun tersenyum, maka kebanyakan ulama menganggap bahwa hal itu tidaklah merusak shalat sese-orang.

6. Tidak berurutan dalam pelaksanaan shalat, seperti mengerjakan shalat Isya sebelum mengerjakan shalat Maghrib, maka shalat Isya itu batal sehingga dia shalat Maghrib dulu, karena berurutan dalam melaksanakan shalat-shalat itu adalah wajib, dan begitulah perintah pelaksanaan shalat itu.

7. Kelupaan yang fatal, seperti menambah shalat menjadi dua kali lipat, umpamanya shalat Isya' delapan rakaat, karena perbuatan tersebut merupakan indikasi yang jelas, bahwa ia tidak khusyu' yang mana hal ini merupakan ruhnya shalat.


Menjabarkan Secara Merinci Mengenai Hal-Hal yang Bisa Membuat Shalat Kita Menjadi Batal
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa shalat yang kita lakukan akan langsung batal jika kita melanggar satu saja syarat sah dari shalat kita. Yang membuat kita melanggar syarat shalat sangat banyak, dimana beberapa dari itu semua adalah:

1. Mendadak gila atau hilang akal
Mungkin terdengar aneh jika kita mendengar orang yang mendadak gila atau kehilangan akalnya saat shalat, tapi hal ini bisa terjadi. Mungkin saja seseorang memiliki kegilaan namun sedang tidak kambuh jadi ia berniat untuk shalat, tapi tiba-tiba penyakit gilanya kembali menyerang dan ia tidak lagi bisa berpikir jernih. Ketika hal ini terjadi, otomatis shalat kita batal.

2. Menjadi murtad
Mungkin sama seperti kehilangan akal saat shalat, kita menganggap bahwa murtad saat shalat bukanlah hal yang mungkin. Tapi ternyata hal ini bisa dengan mudah terjadi ketika seseorang mendadak teringat dan ingin menyembah selain Allah. Seketika itu juga, shalat yang ia lakukan langsung terbatalkan.

3. Terkena najis
Salah satu dari hal-hal yang bisa membuat shalat kita menjadi batal adalah jika kita terkena najis. Mengingat salah satu syarat untuk sahnya shalat adalah seseorang harus bebas dari najis. Batalnya baru dihitung jika najisnya terkena di badan atau pakaian.

4. Mengeluarkan hadats
Mengeluarkan apapun dari lubang kemaluan baik itu air seni, kentut, kotoran, dan hal-hal lainnya mampu membuat wudhu kita batal, dan secara otomatis juga menganulir shalat yang kita lakukan.

5. Menyentuh kemaluan
Dasar dari keputusan ini adalah hadist yang diriwayatkan oleh Ahmad dan At-Tirmizy, bunyinya kira-kira mengenai siapa yang menyentuh kemaluannya sendiri, maka harus kembali berwudhu.

6. Tidur
Tidur yang dimaksud disini adalah tidur yang posisinya tidak tetap. Ada juga sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan Ibnu Majah bahwa Rasulullah pernah bersabda mengenai mereka yang tidur harus mengambil wudhu.

7. Tidak lagi menghadap kiblat
Bisa terjadi ketika seseorang sedang shalat maka tiba-tiba ia bergeser dan ia tidak lagi menghadap ke arah kiblat. Ada perdebatan mengenai apa yang dimaksud dengan bergeser, dimana satu ulama berkata bahwa ini dinilai dari posisi kaki sementara yang lainnya menilai bahwa bergesernya dari arah kiblat baru dihitung ketika seluruh badan bergeser. Dan poin ini juga menjadi poin terakhir dalam daftar hal-hal yang bisa membuat shalat kita menjadi batal.

Artikel Terkait

loading...

Comments