Kisah Wanita Cantik yang Bertaubat Setelah Menggoda Ulama

Ini adalah kisah nyata jalan ceritanya pun sederhana tidak seribet sinetron Indonesia, tapi yang akan disampaikan adalah faedah dari cerita ini. Kisah ini hampir sama yang dialami ulama-ulama besar kita di Indonesia berikut tanggapan Imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab mengatakan percakapan WhatsApp yang disebut antara dirinya dan Firza Husein tersebar melalui situs baladacintarizieq(dot)com merupakan fitnah. Rizieq menyatakan dirinya sudah kenyang dengan fitnah.
"Adapun soal fitnah semacam ini, saya ini sudah kenyang difitnah," kata Rizieq di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu (1/2/2017).

Sebelum muncul soal Firza, menurut Rizieq, dirinya juga kerap difitnah dengan berbagai isu. 
"Difitnah beristri enam, difitnah sodomi laskar, difitnah selingkuh sama perempuan, kemudian difitnah terima sogokan Rp 100 miliar, difitnah serobot tanah negara, difitnah menghina Pancasila, difitnah anti-Bhinneka Tunggal Ika, jadi sudah segudang fitnah yang ada," ujarnya.

"Nah jawaban saya terhadap fitnah-fitnah ini cukup yaitu Hasbunallah wa ni'mal wakil ni'mal maula wa ni'mal natsir, walahaula walaquwwata Illabillahalil 'aliyil Adzim," sambungnya. 

Berikut kisah-kisahnya
Kisah Pertama
Suatu kaum memerintahkan seorang wanita cantik jelita untuk menggoda Rabi’ bin khutsaim, dengan harapan wanita itu dapat menggodanya. Kaum itu menyediakan hadiah sebanyak seribu Dirham kepada wanita itu, jika ia berhasil melakukan hal tersebut.

Ia pun memakai pakaian yang paling indah dan menggunakan parfum yang paling harum. Kemudian mulailah ia menggoda Rabi’ bin Khutsaim saat Rabi’ keluar dari Mesjid. Rabi’ pun memandangnya dengan tetap waspada dari tipu daya wanita itu.

Wanita itu lalu mendekati Rabi’. Rabi. Kemudian berkata kepadanya, “Apa yang akan terjadi denganmu jika kamu terkena demam yang dapat menjadikan warna kulit dan wajahmu berubah(buruk)? Apa yang akan terjadi denganmu jika malaikat Maut datang mencabut nyawamu? Apa yang akan kamu lakukan jika malaikat Mungkar dan Nakir bertanya kepadamu?”

Wanita itu berteriak histeris dan jatuh pingsan. Setelah sadar ia pun bertobat dan beribadah kepada Tuhannya.

Kisah Kedua
“Wahai suamiku, adakah di Makkah ini laki-laki yang jika melihat wajah cantikku ini ia tidak tergoda?” tanya seorang istri kepada suaminya, sambil bercermin. Ia sangat mengagumi kecantikan yang terpantul di kaca itu.
“Ada.”
“Siapa?”
“Ubaid bin Umair.” Sang istri diam sejenak. Ia merasa tertantang untuk membuktikan bahwa kecantikannya akan mampu menggoda laki-laki itu.
“Wahai suamiku,” katanya merayu, “bolehkah aku membuktikan bahwa aku bisa membuat Ubaid bin Umair bertekut lutut di depanku?”
Sang suami terkejut dengan permintaan ekstrem itu, tetapi ia sendiri juga merasa rencana istrinya itu akan menjadi sesuatu yang menarik, untuk menguji keshalihah seorang ulama. “Silahkan, aku mengijinkanmu.”

Setelah merias diri sedemikian rupa, berangkatlah wanita itu mencari Ubaid bin Umair di Masjidil Haram. Ubaid adalah seorang ulama yang lahir semasa Rasulullah masih hidup. Nama lengkapnya Ubaid bin Umair bin Qatadah Al Laitsi Al Junda’i Al Makki. Kelak, beliau wafat pada tahun 74 hijriyah.

Saat menjumpai Ubaid, wanita itu berpura-pura meminta nasehat. Ia beralasan kebutuhannya amat penting, dan memintanya pindah ke pojok masjid. Sesampainya di sana, wanita itu membuka cadarnya dan tampaklah wajah cantiknya laksana bening rembulan. “Apa yang kau lakukan?” kata Ubaid melihat kejanggalan wanita tersebut.

“Sungguh, aku mencintaimu. Aku hanya ingin jawaban darimu,” sergah wanita itu, terus berusaha menggoda Ubaid.

“Sebentar,” kata Ubaid. Kini nadanya mulai naik. “Ada beberapa pertanyaan yang jika kau menjawabnya dengan jujur, maka aku akan menjawab pertanyaanmu tadi.”

“Baik, aku akan menjawabnya dengan jujur.”

“Pertama, seandainya Malaikat Maut datang menjemputmu saat ini, apakah engkau senang aku memenuhi ajakanmu?” wanita itu tak menyangka akan mendapatkan pertanyaan yang langsung mengingatkannya dengan kematian.

“Tidak”

“Kedua, seandainya saat ini engkau berada di alam kubur dan sedang didudukkan oleh Malaikat Munkar dan Nakir untuk ditanyai, apakah engkau senang aku penuhi ajakanmu?”

“Tidak”

“Ketiga, seandainya saat ini semua manusia menerima catatan amalnya dan engkau tidak tahu apakah kau akan mengambilnya dengan tangan kanan atau tangan kiri, apakah engkau senang jika aku memenuhi ajakanmu?”

“Tidak”

“Keempat, seandainya saat ini seluruh manusia digiring ke timbangan amal dan engkau tidak tahu apakah timbangan amal kebaikanmu lebih berat atau justru amal buruknya yang lebih berat, apakah engkau senang jika aku memenuhi ajakanmu?”

“Tidak”

“Kelima, seandainya saat ini engkau berada di hadapan Allah untuk dimintai pertanggungjawaban atas semua nikmatNya yang telah dianugerahkan kepadamu, masihkah tersisa rasa senang di hatimu jika aku memenuhi ajakanmu?”

“Demi Allah, tidak”

“Kalau begitu wahai wanita, takutlah kepada Allah. Betapa Allah telah memberikan segalanya kepadamu.” Kini ia tak kuasa menahan air mata. Tadi ia datang ke Masjidil Haram berpura-pura mencari nasehat, kini ia benar-benar mendapatkan nasehat yang benar-benar menyentuhnya.

Sesampainya di rumah, sang suami terkejut melihatnya bersedih.
“Apa yang terjadi wahai istriku?”
“Kita ini termasuk orang yang celaka,” jawab wanita itu, kemudian ia mengambil wudhu dan shalat.

Hari-hari berikutnya, ia berubah drastis. Ia tak lagi membanggakan kecantikannya. Ia tak lagi suka berdandan di setiap malam. Ia berubah menjadi ahli shalat dan puasa. 

Kisah Ketiga
Disebuah kota besar tinggallah seorang pelacur yang sangat cantik jelita. Karena kecantikan paras wajahnya dan kemolekan tubuhnya banyak sekali laki-laki hidung belang yang telah jatuh kedalam pelukannya dan diapun tidak sembarangan untuk melayani setiap laki-laki hidung belang yang datang kecuali hanya laki-laki yang tajir & berduit yang sanggup membayar tarif pelayanan yang sangat mahal.

Hingga pada suatu hari lewatlah seorang ahli ibadah yang sedang berjalan-jalan, tanpa sengaja melihatnya. Dari pandangan pertamanya itu, diapun langsung terpikat dan jatuh hati kepadanya. Karena tergoda dengan kecantikan paras dan kemolekan tubuhnya, lalu diapun mendatanginya. Setelah bernegoisasi, ternyata dia diharuskan membayar tarifnya sekitar 100 Dinar dan jumlah uang yang sangat banyak baginya.

Iblis laknatullahpun sangat senang dan ingin sekali menjerumuskannya kedalam zina yang merupakan salah satu dari dosa-dosa besar. Iblis laknatullahpun membisikannya agar ia segera mencari uang 100 Dinar dengan segala cara. Dan Setelah uang tersebut berhasil dikumpulkannya, diapun segera bergegas menemuinya seraya berkata:

"Kecantikan dan keelokanmu telah membuat hatiku buta & menjadikan aku tergoda. Hari ini akupun telah bersusah payah untuk mengumpulkan uang sebanyak ini, hanya demi untuk berdua-duaan denganmu dan mendapatkan dirimu".

Setelah itu wanita itupun berkata:
"Duhai lelaki yang baik hati, aku persilahkan kepada engkau agar segera untuk masuk kedalam rumahku ."

Diapun bersegera masuk ke dalam rumahnya dan diapun tidak berfikir panjang lagi dengan dosa besar yang akan segera dikerjakannya.

Di dalam rumah itu terdapat sebuah ranjang (tempat tidur) yang terbuat dari emas. Lalu wanita itu segera saja duduk diatas ranjangnya dengan pakaiannya yang menerawang sambil merayu dan berkata:
"Duhai lelaki yang baik hati, kenapa engkau diam saja Dan tidak bersegera untuk mendekatiku. Aku sudah siap untuk melayanimu & memuaskan kebutuhan syahwatmu !."

Ketika dia mendekatinya dan ingin melampiaskan nafsu syahwatnya, tiba-tiba saja dia teringat kepada Allah SWT dan Malaikat yang sedang mencatat amalnya yang sedang berdua-duaan dengan seorang wanita yang tidak halal baginya. Seketika itu jantungnya pun berdebar-debar dan berdegub kencang ketika akan mendekatinya karena takut akan dosa besar yang akan dikerjakannya dan api neraka tempatnya kelak sebagai balasannya. Dan keringat dinginpun berkucuran keluar dari sekujur tubuhnya dan membasahi tubuhnya, lalu diapun mengurungkan niatnya dan bersegera untuk menjauhinya, dia lalu berkata:
"Maukah kau meolongku dengan membukakan pintu rumah ini, aku tidak sanggup berada di tempat ini dan aku ingin kembali ke tempat ku kembali, dan untuk uang yang telah kubayarkan padamu maka aku ikhlaskan untukmu."

Wanita itupun bertanya:
"Apakah gerangan yang menyebabkan dirimu enggan mendekatiku dan menjamahku? Bukankah engkau telah bersusah payah dengan kerja keras untuk mencari uang 100 Dinar hanya untuk menikmati tubuhku?

Diapun berkata:
"Sesungguhnya aku sangat takut kepada Allah dan takut akan kedudukanku selama ini di sisi-Nya sebagai seorang yang taat kepada-Nya. Aku harus segera meninggalkanmu dan tempat terkutuk ini secepatnya. Aku tahu engkau pasti akan marah dan membenciku karena keenggananku. Dan ketahuilah akupun sebenarnya sangat membencimu karena Allah SWT."

Wanita itu lalu berkata:
"Jika apa yang kamu katakan itu memang benar, maka aku tidak akan menikah dengan orang lain selain dirimu".

Dengan santunnya diapun menjawab:
"Maukah kau menolongku untuk membukakan pintu rumahmu dan mengizinkan aku keluar dari tempat ini"

Wanitapun itu menjawab:
"Aku tidak akan biarkan dan mengizinkan dirimu keluar dari rumah ini kecuali engkau mau menikahiku."

Diapun berkata sambil berteriak:
"Tidak! Tolonglah keluarkan aku dari tempat ini!"

Wanita itu bertanya kembali:
"Duhai lelaki yang baik hati, apakah yang memberatkanmu dan enggan menikahiku?"

Diapun menjawab:
"Aku akan terima jika memang keinginanmu demikian, tapi dengan satu syarat keluarkan aku dari tempat ini dan biarkan aku kembali ke tempatku lagi."

Mendengar jawaban darinya, wanita itupun segera membukakan pintu & mengizinkannya untuk keluar dari rumahnya.

Selang beberapa waktu kemudian, wanita itupun datang kerumahnya beserta para pengawalnya dengan niat untuk bertaubat dan ingin kembali ke jalan-Nya yang lurus.
Wanita itupun memerintahkan pengawalnya untuk mengetuk pintu rumahnya.

Setelah pintu rumahnya dibuka, seorang pengawal itu memberi tahu kepadanya dan berkata:
"Duhai lelaki yang baik hati, ketahuilah bawa calon permaisurimu telah datang bersama kami untuk melamarmu".

Ketika dia melihat wajah wanita yang pernah ditemuinya itu, dia sangat terkejut dan langsung jatuh pingsan di hadapan wanita tersebut. Dan bersamaan dengan itu jugalah dia telah dipanggil untuk menghadap ke hadirat-Nya"

Melihat situasi yang memilukan itu, wanita itu bertanya kepada orang-orang yang berada di sekelilingnya:
"Apakah lelaki pujaan hatiku ini mempunyai saudara lelaki..?"

Merekapun menjawab:
"Ya, dia mempunyai seorang saudara lelaki yang selalu hidup dalam kemiskinan".

Wanita itu lalu berkata:
"Jika memang demikian, aku akan menikahinya sebagai ganti dari lelaki idamanku yang telah tiada ini".

Akhirnya wanita cantik itu menikah dengan saudara lelakinya dan dari hasil pernikahan itu Allah SWT telah karuniakan mereka dengan tujuh orang anak lelaki.

Artikel Terkait

loading...

Comments