Kunci Pintu Rezeki Kelima Untuk Manusia Yang Perlu Anda Ketahui!!

10 Kunci Pintu Rezeki
Kunci pintu rezeki kelima untuk manusia adalah Silaturrahim. Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan diakhirkan ajalnya (dipanjangkan umurnya) maka hendaknya ia menyambung (tali) silaturahim.” (Bukhari).

Di antara pintu-pintu rizki adalah silaturrahim. Pembi-caraan masalah ini –dengan memohon pertolongan Allah– akan saya bahas melalui empat poin berikut:
  • Makna silaturrahim.
  • Dalil syar’i bahwa silaturrahim termasuk di antara pintu-pintu rizki.
A. Makna Silaturrahim
Makna ‘ar-rahim’ adalah para kerabat dekat. Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata:‘Ar-rahim secara umum adalah dimaksud-kan untuk para kerabat dekat. Antara mereka terdapat garis nasab (keturunan), baik berhak mewarisi atau tidak, dan sebagai mahram atau tidak.”

Menurut pendapat lain, mereka adalah maharim (para kerabat dekat yang haram dinikahi) saja. Pendapat pertama lebih kuat, sebab menurut batasan yang kedua, anak-anak paman dan anak-anak bibi bukan kerabat dekat karena tidak termasuk yang haram dinikahi, padahal tidak demikian.”

Silaturrahim, sebagaimana dikatakan oleh Al-Mulla Ali Al-Qari adalah kinayah (ungkapan/sindiran) tentang berbuat baik kepada para karib kerabat dekat –baik menurut garis keturunan maupun perkawinan– berlemah lembut dan mengasihi mereka serta menjaga keadaan mereka.

B. Dalil Syar’i Bahwa Silaturrahim Termaksud Kunci Rizki
Beberapa hadits dan atsar menunjukkan bahwa Allah Subhannahu wa Ta'ala menjadikan silaturrahim termasuk di antara sebab kela-pangan rizki. Di antara hadits-hadits dan atsar-atsar itu adalah:

1. Imam Al-Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu, ia berkata, ‘aku mendengar Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda:
“Siapa yang senang untuk dilapangkan rizkinya dan di-akhirkan ajalnya (dipanjangkan umurnya) maka hen-daknyalah ia menyambung (tali) silaturrahim.”

2. Dalil lain adalah hadits riwayat Imam Al-Bukhari dari Anas bin Malik Radhiallaahu anhu bahwasanya Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda:
“Siapa yang suka untuk dilapangkan rizkinya dan di-akhirkan usianya (dipanjangkan umurnya), hendaklah ia menyambung silaturrahim.”

Dalam hadits yang mulia di atas, Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam menjelaskan bahwa silaturrahim membuahkan dua hal, kelapangan rizki dan bertambahnya usia.

Ini adalah tawaran terbuka yang disampaikan oleh makh-luk Allah yang paling benar dan jujur, yang berbicara berda-sarkan wahyu, Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam . Maka barangsiapa me-nginginkan dua buah di atas hendaknya ia menaburkan be-nihnya, yaitu silaturrahim. Demikianlah, sehingga Imam Al-Bukhari memberi judul untuk kedua hadits itu dengan “Bab Orang Yang Dilapangkan Rizkinya dengan Silaturrahim.” Artinya, dengan sebab silaturrahim.

Imam Ibnu Hibban juga meriwayatkan hadits Anas bin Malik Radhiallaahu anhu dalam kitab shahihnya dan beliau memberi judul dengan “Keterangan Tentang Baiknya Kehidupan dan Banyaknya Berkah dalam Rizki Bagi Orang Yang Menyambung Silaturrahim.

3. Dalil lain adalah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, At-Tirmidzi dan Al-Hakim dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu , dari Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam beliau bersabda:
“Belajarlah tentang nasab-nasab kalian sehingga kalian bisa menyambung silaturrahim. Karena sesungguhnya silaturrahim adalah (sebab adanya) kecintaan terhadap keluarga (kerabat dekat), (sebab) banyaknya harta dan bertambahnya usia.”

Dalam hadits yang mulia Ini Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam menjelaskan bahwa silaturrahim ini membuahkan tiga hal, di antaranya adalah ia menjadi sebab banyaknya harta.

4. Dalil lain adalah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Abdullah bin Ahmad, Al-Bazzar dan Ath-Thabrani dari Ali bin Abi Thalib Radhiallaahu anhu dari Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam , beliau bersabda:
“Barangsiapa senang untuk dipanjangkan umurnya dan diluaskan rizkinya serta dihindarkan dari kematian yang buruk maka hendaklah ia bertaqwa kepada Allah dan menyambung silaturrahim.”

Dalam hadits yang mulia ini, Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam yang jujur dan terpercaya, menjelaskan tiga manfaat yang terealisir bagi orang yang memiliki dua sifat; bertaqwa kepada Allah dan menyambung silaturrahim. Dan salah satu dari tiga manfaat itu adalah keluasan rizki.

5. Dalil lain adalah riwayat Imam Al-Bukhari dari Abdullah bin Umar Radhiallaahu anhu ia berkata:
“Barangsiapa bertaqwa kepada Tuhannya dan menyam-bung silaturrahim, niscaya dipanjangkan umurnya dan dibanyakkan rizkinya dan dicintai oleh keluarganya.”

6. Demikian besarnya pengaruh silaturrahim dalam ber-kembangnya harta benda dan menjauhkan kemiskinan, sam-pai-sampai ahli maksiat pun, disebabkan oleh silaturrahim, harta mereka bisa berkembang, semakin banyak jumlahnya dan mereka jauh dari kefakiran, karena karunia Allah Subhannahu wa Ta'ala .

Imam Ibnu Hibban meriwayatkan dari Abu Bakrah Radhiallaahu anhu dari Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam bahwasanya beliau bersabda:
“Sesungguhnya keta’atan yang paling disegerakan pahalanya adalah silaturrahim. Bahkan hingga suatu keluarga yang ahli maskiat pun, harta mereka bisa berkembang dan jumlah mereka bertambah banyak jika mereka saling bersilaturrahim. Dan tidaklah ada suatu keluarga yang saling bersilaturrahim kemudian mereka membutuhkan (kekurangan).

Silaturahmi sangat dianjurkan oleh Islam,sebab banyak hikmah yang terkandung di dalamnya. Diantara hikmah dianjurkannya bersilaturrahim tersebut antara lain :

1.Sebagai perwujudan bahwa seseorang itu beriman kepada Allah, sesuai dengan sabda Rasulullah,yang artinya,“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah melakukan silaturrahim.”

2.Untuk melapangkan rizki dan memanjangkan umur, sebagaimana sabda Rasulullah yang diriwayatkan Bukhari Muslim sebagai berikut :
“Barangsiapa menghendaki dilapangkan rizki dan dipanjangkan umur hendaklah bersilaturrahim.”

3.Dapat menghindarkan diri dari sulitnya masuk syurga.
“Tidak masuk syurga orang yang memutuskan yaitu memutuskan silaturrahim.” (HR.Muslim)

4.Sebagai sarana menciptakan perdamaian dan kerukunan, karena sesama muslim tidak boleh berseteru melebihi tiga hari tiga malam.Sebagaimana sabda Rasulullah yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim,yang artinya :
“Tidak halal bagi seseorang muslim tidak berdamai dengan saudaranya melebihi tiga malam.”

5. Sebagai sarana untuk menghapus dosa sesama manusia.”Tidaklah bagi dua orang yang saling bertemu kemudian saling bersalaman (meminta maaf) kecuali mereka langsung diampuni sebelum mereka berpisah.”(HR.Abu Dawud dan Tirmidzi)

Artikel Terkait

loading...