Cara Mengetahui Tipe Karakter Manusia Dalam Bergaul, Bagaimana Tipe Kamu?

Manusia adalah makhluk sosial, pasti tidak lepas dari berinteraksi antara satu dengan lainnya. Pasti suatu saat akan timbul gesekan yang bisa berefek positif atau malah bisa menimbulkan hal negatif. Mempelajari ilmu psikologi selalu menjadi hal yang menarik. dapat mempelajari orang-orang di sekeliling kita membuat kita menjadi lebih mudah untuk menempatkan diri dalam bergaul.

Berikut ini adalah penjelasan masing-masing tipe karakter manusia dalam bergaul :

A. Termasuk tipe jiwa apakah Anda?
Pertama, orang (berjiwa) ‘kecil’ yang biasa ngomongin orang lain. 
Tipe ini adalah tipe manusia yang umumnya sering kita temukan. Baik dari lingkungan kita, atau bahkan diri kita sendiri. Fokus utama perhatian orang berjiwa ‘kecil’ adalah orang lain. Ia sibuk mengomentari orang lain. Orang berjiwa ‘kecil’ biasanya ketika bertemu teman lama, teman baru, tetangga, kolega, rekan bisnis, keluarga, atau siapapun, waktunya hanya habis untuk membicarakan hal-hal sepele yang tidak perlu, atau tidak memberikan energi positif. 

Kedua, tipe orang (berjiwa) ‘sedang’ biasanya ngomongin sesuatu. 
Tipe orang seperti ini lebih mendingan daripada tipe pertama tadi. Fokus utama pembicaraannya sudah mulai berubah, tidak lagi membicarakan orang lain, komplain, keluh-kesah, apalagi membahas hal negatif. Namun, ‘sesuatu’ itu tidak pula mencerminkan ide besar. ‘Sesuatu’ itu adalah hal biasa, menyerempet ke hal-hal positif, lebih pasti,

Ketiga, tipe orang (berjiwa) ‘besar’ biasanya ngomongin ide. 
Tipe orang seperti ini biasanya selalu membicarakan hal-hal yang berhubungan dengan ide-ide untuk mengembangkan diri, melaksanakan cita-cita besar nan ambisius, namun tetap disesuaikan dengan kapabilitas dirinya sendiri. Misalnya, seorang scientist membicarakan tentang penelitian atau penemuan baru di bidangnya. Contohnya. Ketika ada orang berkeluh kesah padanya, ia akan selalu berusaha mengalihkan pembicaraan pada sesuatu yang lebih optimis, lebih berbobot, dan selalu saja berkaitan dengan pengembangan ide.

B. Termasuk tipe karakter apakah Anda?
Karakter Koleris
Kekuatan :
  • Senang memimpin, membuat keputusan, dinamis dan aktif
  • Sangat memerlukan perubahan dan harus mengoreksi kesalahan
  • Berkemauan keras dan pasti untuk mencapai sasaran/ target
  • Bebas dan mandiri
  • Berani menghadapi tantangan dan masalah “Hari ini harus lebih baik dari kemarin, hari esok harus lebih baik dari hari ini”.
  • Mencari pemecahan praktis dan bergerak cepat
  • Mendelegasikan pekerjaan dan orientasi berfokus pada produktivitas
  • Membuat dan menentukan tujuan
  • Terdorong oleh tantangan dan tantangan
  • Tidak begitu perlu teman
  • Mau memimpin dan mengorganisasi
  • Biasanya benar dan punya visi ke depan
  • Unggul dalam keadaan darurat
Kelemahan
  • Tidak sabar dan cepat marah (kasar dan tidak taktis)
  • Senang memerintah
  • Terlalu bergairah dan tidak/susah untuk santai
  • Menyukai kontroversi dan pertengkaran
  • Terlalu kaku dan kuat/ keras
  • Tidak menyukai air mata dan emosi tidak simpatik
  • Tidak suka yang sepele dan bertele-tele / terlalu rinci
  • Sering membuat keputusan tergesa-gesa
  • Memanipulasi dan menuntut orang lain, cenderung memperalat orang lain
  • Menghalalkan segala cara demi tercapainya tujuan
  • Workaholics (kerja adalah “tuhan”-nya)
  • Amat sulit mengaku salah dan meminta maaf
  • Mungkin selalu benar tetapi tidak populer
Karakter Melankolis
Kekuatan :
  • Analitis, mendalam, dan penuh pikiran
  • Serius dan bertujuan, serta berorientasi jadwal
  • Artistik, musikal dan kreatif (filsafat & puitis)
  • Sensitif
  • Mau mengorbankan diri dan idealis
  • Standar tinggi dan perfeksionis
  • Senang perincian/memerinci, tekun, serba tertib dan teratur (rapi)
  • Hemat
  • Melihat masalah dan mencari solusi pemecahan kreatif (sering terlalu kreatif)
  • Kalau sudah mulai, dituntaskan.
  • Berteman dengan hati-hati.
  • Puas di belakang layar, menghindari perhatian.
  • Mau mendengar keluhan, setia dan mengabdi
  • Sangat memperhatikan orang lain
Kelemahan
  • Cenderung melihat masalah dari sisi negatif (murung dan tertekan)
  • Mengingat yang negatif & pendendam
  • Mudah merasa bersalah dan memiliki citra diri rendah
  • Lebih menekankan pada cara daripada tercapainya tujuan
  • Tertekan pada situasi yg tidak sempurna dan berubah-ubah
  • Melewatkan banyak waktu untuk menganalisa dan merencanakan (if..if..if..)
  • Standar yang terlalu tinggi sehingga sulit disenangkan
  • Hidup berdasarkan definisi
  • Sulit bersosialisasi
  • Tukang kritik, tetapi sensitif terhadap kritik/ yg menentang dirinya
  • Sulit mengungkapkan perasaan (cenderung menahan kasih sayang)
  • Rasa curiga yg besar (skeptis terhadap pujian)
  • Memerlukan persetujuan
Karakter Plegmatis :
Kekuatan :

  • Mudah bergaul, santai, tenang dan teguh
  • Sabar, seimbang, dan pendengar yang baik
  • Tidak banyak bicara, tetapi cenderung bijaksana
  • Simpatik dan baik hati (sering menyembunyikan emosi)
  • Kuat di bidang administrasi, dan cenderung ingin segalanya terorganisasi
  • Penengah masalah yg baik
  • Cenderung berusaha menemukan cara termudah
  • Baik di bawah tekanan
  • Menyenangkan dan tidak suka menyinggung perasaan
  • Rasa humor yg tajam
  • Senang melihat dan mengawasi
  • Berbelaskasihan dan peduli
  • Mudah diajak rukun dan damai
Kelemahan
  • Kurang antusias, terutama terhadap perubahan/ kegiatan baru
  • Takut dan khawatir
  • Menghindari konflik dan tanggung jawab
  • Keras kepala, sulit kompromi (karena merasa benar)
  • Terlalu pemalu dan pendiam
  • Humor kering dan mengejek (Sarkatis)
  • Kurang berorientasi pada tujuan
  • Sulit bergerak dan kurang memotivasi diri
  • Lebih suka sebagai penonton daripada terlibat
  • Tidak senang didesak-desak
  • Menunda-nunda / menggantungkan masalah.
Karakter Sanguinis
Kekuatan:
  • Suka bicara
  • Secara fisik memegang pendengar, emosional dan demonstratif
  • Antusias dan ekspresif
  • Ceria dan penuh rasa ingin tahu
  • Hidup di masa sekarang
  • Mudah berubah (banyak kegiatan / keinginan)
  • Berhati tulus dan kekanak-kanakan
  • Senang kumpul dan berkumpul (untuk bertemu dan bicara)
  • Umumnya hebat di permukaan
  • Mudah berteman dan menyukai orang lain
  • Senang dengan pujian dan ingin menjadi perhatian
  • Menyenangkan dan dicemburui orang lain
  • Mudah memaafkan (dan tidak menyimpan dendam)
  • Mengambil inisiatif/ menghindar dari hal-hal atau keadaan yang membosankan
  • Menyukai hal-hal yang spontan
Kelemahan:
  • Suara dan tertawa yang keras (terlalu keras)
  • Membesar-besarkan suatu hal / kejadian
  • Susah untuk diam
  • Mudah ikut-ikutan atau dikendalikan oleh keadaan atau orang lain (suka nge-Gank)
  • Sering minta persetujuan, termasuk hal-hal yang sepele
  • RKP! (Rentang Konsentrasi Pendek)
  • Dalam bekerja lebih suka bicara dan melupakan kewajiban (awalnya saja antusias)
  • Mudah berubah-ubah
  • Susah datang tepat waktu jam kantor
  • Prioritas kegiatan kacau
  • Mendominasi percakapan, suka menyela dan susah mendengarkan dengan tuntas
  • Sering mengambil permasalahan orang lain, menjadi seolah-olah masalahnya
  • Egoistis
  • Sering berdalih dan mengulangi cerita-cerita yg sama
  • Konsentrasi ke “How to spend money” daripada “How to earn/save money”.dalam diri seseorang, biasanya tidak 100% pada salah satu tipe saja. hanya saja jika kita ingin menyimpulkan, bisa dilihat dari tipe mana yang paling mendominasi.

Keempat tipe kepribadian tersebut, menurut Littauer, juga bisa bercampur dalam diri seseorang.
Littauer membedakannya menjadi empat: campuran alami, campuran pelengkap, campuran yang berlawanan, dan sedikit-sedikit dari segalanya.

Campuran alami adalah Sanguinis Koleris dan Melankolis Phlegmatis.
Campuran pelengkap yang berorientasi hubungan adalah Sanguinis Phlegmatis
Campuran pelengkap yang berorientasi tujuan adalah Koleris Melankolis

Campuran berlawanan dianggap sebagai pertikaian batin yaitu :
Sanguinis Melankolis dan Koleris Phlegmatis.

Sedangkan yang mempunyai sedikit dari segalanya, dengan asumsi sudah mengikuti tes kepribadian dengan benar, dianggap mungkin Phlegmatis, mungkin orang sempurna, atau mungkin orang yang masa kecilnya terlalu diarahkan, dikontrol, dan ditindas sehingga tidak mengenali diri sendiri.

Lalu bagaimana dengan kita? Mari kita biasakan yang benar dan jangan membenarkan kebiasaan.

Artikel Terkait

loading...