loading...

Inilah Bacaan Zhikir Setelah Shalat Fardhu

Dzikir adalah ibadah yang utama. Dalam sebuah riwayat disebutkan, perbandingan orang yang berdzikir dengan orang yang tidak berdzikir seperti orang yang hidup dengan orang yang mati. Kebutuhan manusia terhadap dzikir tak ubahnya kebutuhan ikan terhadap air. 

Dalam lafadz dzikir dan wirid setelah sholat, baik itu sholat wajib maupun shalat sunnah, bacaannya bermacam-macam. Seperti membaca Istighfar, membaca surat Al-Fatihah, Membaca Ayat Kursi, membaca takbir, tahlil dan masih banyak lagi. 

Untuk lebih jelasnya, silakan langsung saja simak dan pelajari wirid dan dzikir sesudah sholat dalam bahasa arab, tulisan latin dan artinya berikut ini : 

1. Astaghfirullah (Memohon Ampunan)

أَسْتَغْفِرُ اللهَ أَسْتَغْفِرُ اللهَ أَسْتَغْفِرُ اللهَ اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَّلاَمُ تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ

"ASTAGHFIRULLAH HAL ADZIM, ASTAGHFIRULLAH HAL ADZIM, ASTAGHFIRULLAH HAL ADZIM, ALLAHUMMA ANTASSALAM WAMINKASSALAM TABARAKTA YA DZALJALALI WAL IKRAM"

artinya: “Aku meminta ampunan kepada Allah (tiga kali). Ya Allah, Engkaulah As-Salaam (Yang selamat dari kejelekan-kejelekan, kekurangan-kekurangan dan kerusakan-kerusakan) dan dari-Mu As-Salaam (keselamatan), Maha Berkah Engkau Wahai Dzat Yang Maha Agung dan Maha Baik.”

Referensi : (HR. Muslim no 915 dan HR. Muslim no 932)

2. Tauhid

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ, اللَّهُمَّ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ وَلاَ يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ

"LAA ILAAHA ILLALLAHU WAHDAHU LAA SYARIKALAHU, LAHUL MULKU WALAHUL HAMDU WAHUWA 'ALAA KULLI SYAI-INQ QODIR, ALLAHUMMA LAA MANI 'AA LIMA A' THOITA WALA MUGHTHIYA LIMA MANAGHTA WALA YANFA'U DZALJADDI MINKAL JADDU"

na: “Tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah, tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya segala kerajaan, dan pujian, dan Dia Maha Berkuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tidak ada yang dapat menolak terhadap apa yang Engkau beri dan tidak ada yang dapat memberi terhadap apa yang Engkau tolak dan orang yang memiliki kekayaan tidak dapat menghalangi dari siksa-Mu.”

Referensi : (HR. Bukhhari No 844 dan HR. Muslim no 593)

3. Tauhid

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ، لَهُ النِّعْمَةُ وَلَهُ الْفَضْلُ وَلَهُ الثَّنَاءُ الْحَسَنُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ

"LAA ILAAHA ILLALLAHU WAHDAHU LAA SYARIKALAHU, LAHUL MULKU WALAHUL HAMDU WAHUWA 'ALAA KULLI SYAI-INQ QODIR, LAA HAULA WALA QUWWATA ILLA BILLAH, LAA ILAAHA ILLALLAHU WALA NA'BUDHU ILLA IYYAHU, LAHUN NI'MATU WALAHUL FADHLU WALAHUS SANA'UL HASAN, LAA ILAAHA ILLALLAHU MUKHLISINA LAHUDDIN WALAU KARIHAL KHAFIRUN"

artinya: “Tiada tuhan yang berhak sembah selain Allah, tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya segala kerajaan, dan pujian, dan Dia Maha Berkuasa atas segala sesuatu. Tiada daya dan upaya serta kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah dan kami tidak beribadah kecuali kepada Allah, milik-Nya-lah segala kenikmatan, karunia, dan sanjungan yang baik, tiada tuhan yang berhak diibadahi selain Allah, kami mengikhlashkan agama untuk-Nya walaupun orang-orang kafir benci.”

Referensi (HR. Muslim No 594)

4. Tasbih, Tahmid dan Takbir (Memuji Allah)

سُبْحَانَ اللهُ

"SUBHANALLAH"

artinya: “Maha Suci Allah.” (tiga puluh tiga kali)

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ

"ALHAMDULILLAH"

artinya: “Segala puji bagi Allah.” (tiga puluh tiga kali)

اَللهُ أَكْبَرُ

"ALLAHUAKBAR"

artinya: “Allah Maha Besar.” (tiga puluh tiga kali)

Kemudian membaca,

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

"LAA ILAAHA ILLALLAHU WAHDAHU LAA SYARIKALAHU, LAHUL MULKU WALAHUL HAMDU WAHUWA 'ALAA KULLI SYAI-INQ QODIR"

artinya: “Tiada tuhan yang berhak diibadahi selain Allah, tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya segala kerajaan, dan pujian, dan Dia Maha Berkuasa atas segala sesuatu.”

Referensi: (HR. Muslim no 597)

Dari Abu Hurairah ra, “Barangsiapa mengucapkan dzikir ini setelah selesai dari setiap shalat wajib, maka diampuni dosa-dosanya walaupun sebanyak buih di lautan.

Khusus Shalat Subuh dan Magrib

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

"LAA ILAAHA ILLALLAHU WAHDAHU LAA SYARIKALAHU, LAHUL MULKU WALAHUL HAMDU WAHUWA 'ALAA KULLI SYAI-INQ QODIR" dibaca 10x (sepuluh kali)

5. Membaca ayat kursi

"ALLAHU LAA ILAAHA ILLA HUWAL HAYYUL QAYYUMU. LAA TA'KHUDZUHUU SINATUW WA LAA NAUUM. LAHUU MAA FISSAMAAWAATI WA MAA FIL ARDHI. MAN DZAL LADZII YASFA'U 'INDAHUU ILLAA BI IDZNIHI. YA'LAMU MAA BAINA AIDIIHIM WA MAA KHALFAHUM. WA LAA YUHITHUUNA BI SYAI-IN MIN 'ILMIHII ILLAA BI MAASYAA-A. WASI'A KURSIYYUHUSSAMAAWAATI WAL ARDHA. WA LAA YA-UDHUU HIFZHUHUMAA WAHUWAL 'ALIYYUL AZHIIM."

Artinya: Allah tidak ada Tuhan melainkan Dia yang Maha Kekal lagi terus menerus mengurus makhlukNya, tidak mengantuk dan tidak tidur Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Siapakah yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izinNya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang meraka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendakiNya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi, Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. (QS : Al-Baqarah : 255)

Referensi: “Barangsiapa yang membaca ayat kursi di akhir setiap shalat wajib, maka tidak ada yang menghalangi dia untuk masuk surga kecuali kematiannya.” (HR. An-Nasa'i)

6. Membaca surat Al-Ikhlaash, Al-Falaq dan An-Naas
Khusus Shalat Zhuhur, ‘Ashar dan ‘Isya`Membaca surat Al-Ikhlaash, Al-Falaq dan An-Naas (satu kali)

Khusus Shalat Maghrib dan Shubuh Membaca surat Al-Ikhlaash, Al-Falaq dan An-Naas (tiga kali).

(HR. Abu Dawud 2/86 dan An-Nasa'i 3/68, At-Tirmidzi 2/8)

Seorang muslim yang baik tentunya tidak akan meninggalkan bacaan dzikir yang dianjurkan dibaca setelah melaksankan shalat fardhu. Tidak baik rasanya jika setelah salam dari shalat langsung berdiri dan langsung meninggalkan tempat shalat. 

Dengan berdzikir, kita akan selalu ingat kepada Allah SWT. Dengan dzikir pula, kita sudah dinilai dengan ibadah sunnah. Berdzikir adalah hal yang dibutuhkan manusia. Sama halnya ikan membutuhkan air. Manusia juga membutuhkan dzikir. Dalam perjalanan hijrah ke Madinah, Rasulullah memerintahkan kepada seorang shahabiyah untuk berdzikir dengan ruas jari. Nabi memerintahkan kaum wanita agar selalu membiasakan amalan dengan membaca takbir, taqdis, dan tahlil. Semua itu agar dihitung dengan ruas jari-jari tangannya. Karena di Hari Kiamat kelak, ruas-ruas jari tangan tersebut akan dimintai keterangan dan dituntut untuk berbicara.

Rasulullah juga saat berdzikir menggunakan ruas-ruas jari tangan untuk menghitung. Mengenai penggunaan tasbih, para ulama juga ada yang membolehkan dan ada yang menganggapnya sebagai bid'ah. Untuk itu mulai sekarang, biasakanlah menggunakan ruas-ruas jari tangan saat berdzikir. Kelak saat hari kiamat, tangan kita bisa memberi saksi bahwa semasa kita hidup, kita menggunakan tangan kita untuk berdzikir, menyebut nama Allah SWT.

Semoga informasi ini dapat menambah ilmu agama kita semua dan dapat mempertebal keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah Swt. Semoga bermanfaat...

Untuk Doa Setelah Sholat Dapat Dibaca Disini sesuai tuntunan Rasulullah SAW Atau Membaca Artikel Lainnya dibawah terkait Tuntunan Sholat Dan Berdoa.

Artikel Terkait

loading...