Kekurangan Dan Kelebihan Memakai Softlens Mata

Mengingat fungsi mata yang sangat penting, pemakaian softlens pada mata tentunya tak bisa dilepaskan dari pengetahuan tentang kekurangan dan kelebihan memakai softlens. Pemakai soflens sudah seharusnya tahu tentang kekurangan dan kelebihan memakai softlens.

Salah satu alasan seseorang memakai softlens adalah karena pertimbangan keleluasaan dalam beraktivitas ketimbang memakai kacamata. Seseorang yang memakai softlens tidak perlu repot-repot melepas dan memasang kacamata jika sedang berada dalam kondisi tertentu. Alasan lainnya, pemakaian soflens juga belakangan menjadi identik dengan rasa percaya diri karena dianggap dapat meningkatkan daya tarik. Maka, tak perlu heran jika sekarang ini ada berbagai merek soflens dengan bermacam-macam warna yang ditawarkan.

Sayangnya, tak sedikit pengguna softlens yang hanya memperhatikan dua kelebihan tadi ketimbang kekurangannya. Padahal ada risiko dan hal-hal lain yang juga harus diketahui oleh seorang pengguna softlens. Misalnya, para pemakai softlens harus disiplin dan memperhatikan aturan pemakaian softlens. Sebelum memakai dan melepas softlens, pastikan tangan dalam keadaan bersih. Hal yang sama juga berlaku untuk softlensnya yang minimal dibersihkan 2 kali menggunakan cairan pembersihnya sebelum digunakan. Jika tidak digunakan, softlens tersebut wajib dibersihkan terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke dalam wadahnya.

Kekurangan lain dari menggunakan softlens adalah mata menjadi cepat kering. Hal ini biasanya terjadi pada softlens yang daya hantar oksigennya rendah atau mempunyai pori-pori kecil sehingga tidak dapat menyerap banyak cairan. Softlens seperti ini biasa disebut softlens dengan kadar air rendah. Oleh sebab itu, pilihlah softlens yang mempunyai pori-pori besar hingga dapat menyerap cairan lebih banyak. Hal ini biasanya dapat diamati dari keterangan yang ada di kemasan softlens atau bisa dengan menanyakannya pada optik yang menjual. Maka, pilihlah optik yang kredibilitasnya dapat terpercaya hingga tak memberikan informasi yang menyesatkan.

Softlens juga tidak dianjurkan untuk dipakai saat tidur, di tempat berdebu, berangin kencang, dan saat berenang. Pemakaian softlens yang terlalu lama umumnya akan menimbulkan bengkak pada kornea sehingga kornea mudah tergores atau abrasi. Sebagian pemakai lensa kontak juga mengalami deposit/endapan protein yang berasal dari air mata. Endapan tersebut menempel di permukaan softlens sehingga menimbulkan permukaan kornea tidak licin.

Namun dewasa ini softlens bukan hanya digunakan sebagai alat bantu penglihatan melainkan sebagai life style atau gaya hidup. Banyak orang yang menggunakan softlens sebagai gaya hidup namun terkadang mereka tidak tahu bahaya menggunakan softlens American Optometric Association (AOA) mengungkapkan kalau penggunaan softlens dekoratif (hanya untuk memperindah bola mata semata) akan sangat berbahaya jika tanpa konsultasi dokter. Apabila tanpa konsultasi dokter, kemungkinan besar para kosumen lensa dekoratif ini tidak memiliki pengetahuan yang cukup bagaimana membersihkan dan memasang lensa dengan baik. Jika hal ini terjadi maka sudah pasti para konsumen tersebut sudah berani mengambil resiko menginfeksi mata mereka dengan bakteri, atau kerusakan yang signifikan pada fungsi mata, dan yang lebih parah adalah kehilangan penglihatan.Lensa dekoratif memiliki resiko yang sama dengan lensa korektif (untuk mata minus atau plus). Oleh karena itu jangan pernah memakai lensa dekoratif tanpa informasi dari dokter.

Bahaya / Dampak Negatif Memakai Softlens 
Iritasi dan mata merah
Ini adalah bahaya softlens yang paling sering terjadi. Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa hal seperti debu, pemakaian yang kurang benar dan terlalu lama dipakai. Oleh karena itu, agar tidak mengalami iritasi sebaiknya jaga softlens tidak terkena debu dan pakai dengan cara yang benar. Bagaimana? Yang paling pertama dan paling utama yang harus diingat adalah tanganmu harus steril ketika memakai softlens. Pastikan juga untuk tidak memakainya terlalu lama. Tetes mata khusus softlens bisa secara rutin kamu gunakan untuk memberikan efek lega ketika memakainya.

Terlalu longgar atau terlalu ketat
Softlens bisa menjadi terlalu longgar atau bahkan terlalu ketat seperti sangat menempel ke mata disebut hypoxia. Hal ini dikarenakan pemilihan kadar air yang salah ketika membeli softlens. Maka dari itu sesuaikan dengan keadaan mata. Jika matamu memang sudah memiliki banyak kandungan air mata, pilihlah softlens dengan kadar air lebih sedikit. Sedangkan mata yang cenderung kering sebaiknya pilih softlens dengan kadar air tinggi.

Softlens koyak dalam mata
Softlens bisa koyak di mata. Nah, ini cenderung sangat berbahaya. Bahaya softlens ini bisa terjadi karena kamu memakai softlens saat tidur. Ketika tidur, softlens bisa bergerak-gerak di dalam mata dan bisa berisiko pecah di dalam mata. Tidak hanya itu, softlens dapat mengering karena tidak mendapatkan oksigen dan kadar air yang cukup. Nah, ketika Anda mencubit softlens dalam keadaan kering seperti itu dapat mengakibatkan softlens koyak. Karena itu juga, memang ketika ingin melepaskan softlens sangat disarankan untuk meneteskan tetes mata khusus softlens sebelumnya.

Infeksi kornea
Bahaya infeksi kornea bisa terjadi jika kamu tidak merawat softlens dengan baik. Karenanya bakteri, jamur dan virus bisa tumbuh di softlens dan membuat alergi pada mata. Maka dari itu, jaga baik-baik softlens-mu ya. Jika tidak bisa seperti itu, memakai softlens sekali pakai bisa menjadi pilihan jika kamu berkekeuh untuk menggunakan softlens.

Pengetahuan mengenai kekurangan dan kelebihan memakai softlens ini akan sangat membantu pemakai dalam hal mengurangi kekurangan atau resiko penggunaan softlens. Sebelum memakai softlens, sebaiknya calon pemakai melakukan konsultasi pada dokter ahli mata terkait dengan pemakaian softlens yang aman.

Artikel Terkait

loading...