loading...

Minum Air Zam-zam Menghilangkan Dahaga & Kelaparan

Tuntunan Haji & umroh (Minum air zam zam)
Umat Islam percaya bahawa air zam-zam adalah kurniaan dan rahmat dari Allah سبحانه وتعالى. Air zam-zam mampu menghilangkan dahaga dan kelaparan. Itulah sebabnya jemaah umrah dan haji disunatkan meminum air zam-zam sepuas-puasnya terutama selepas melakukan Ibadah Tawaf. 

Air zam-zam, air yang sudah dikenal di dunia terutama di kalangan kaum Muslimin ini merupakan jenis air yang namanya berasal dari Bahasa Arab “Zam-Zam” yang artinya mengumpul atau melimpah. Air yang penuh keberkahan ini sumurnya terletak di dua puluh meter sebelah timur Ka’bah, memiliki diameter sekitar satu sampai dua setengah meter, dan kedalamannya sekitar tiga puluh meter.

Meski ukuran sumurnya tidak besar, namun jumlah air zam-zam selalu sesuai dengan artinya. Ya, air yang letak sumurnya dekat dengan Ka’bah ini jumlahnya sangatlah banyak & berlimpah, tidak pernah kering meski diminum, dipakai, dan didistribusikan ke seluruh penjuru dunia. Terlebih lagi, para peneliti menemukan bahwa air zam-zam tidak pernah terkontaminasi dan tak pernah ditemukan ada lumut tumbuh di dalamnya. Hal ini membuat tingkat higienis, kemurnian, kesegaran, serta manfaat yang terkandung pada air zam-zam terjaga dan tidak pernah berkurang.

Sesungguhnya Rasulullah ada bersabda: “Perbedaan antara kita dan orang ramai (kaum munafik) adalah mereka itu tidak suka meneguk (minum) air zam-zam.” (Hadis riwayat Addara Qutni dan lbnu Majah). 

Adab Meminum Air Zam-Zam 
Adab ketika minum air zam-zam itu sebagaimana yang disebutkan oleh sebahagian Fuqaha adalah termasuk dalam hukum sunat, antaranya: 

  1. Menghadap kiblat, 
  2. Membaca Bismillah sebelum minum. 
  3. Minum air zam-zam dengan niat ikhlas. 
  4. Jangan minum dengan sekali teguk sehingga habis 
  5. Minum sebanyak tiga kali dan diselangi bernafas di luar bekas minuman, kemudian baru teguk lagi. 
  6. Setiap kali mengambil nafas ketika minum air zam-zam, melihat ke arah Kabah/kiblat. 
  7. Minumlah air zam-zam sehingga kenyang kerana orang munafiq tidak meminumnya sehingga kenyang. 
  8. Sesudah minum, ucapkan pujian kepada Allah سبحانه وتعالى (baca Alhamdulillah). 
  9. Memperbanyakkan doa ketika minum dan mengharapkan kebaikan di dunia dan akhirat. 
Sebagaimana telah diriwayatkan dalam hadits, air zam-zam memiliki banyak keutamaan. Hal ini terdapat dalam sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi wa salam:
“Sebaik-baik air yang di muka bumi adalah zamzam. Di dalamnya terdapat makanan yang mengenyangkan dan penawar penyakit” [Hadits hasan. dari Shahih Targhib wa Tarhib, al Albani, 2/18]

Dapat disimpulkan bahwa air zam-zam tidak hanya menghilangkan rasa haus, namun juga mengatasi rasa lapar bahkan mengobati penyakit. Hal ini diperkuat oleh hadits Nabi Shalallahu’alaihi wa sallam lainnya yang diriwayatkan oleh Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu ‘anhuma bahwasanya beliau bersabda:
“Air zam-zam sesuai dengan niat ketika meminumnya. Bila engkau meminumnya untuk obat, semoga Allah menyembuhkanmu. Bila engkau meminumnya untuk menghilangkan dahaga, semoga Allah menghilangkannya. Air zam-zam adalah galian Jibril, dan curahan minum dari Allah kepada Ismail.“[ Lihat Shahih Targhib wa Tarhib, al Albani, 2/19.]

Sabda-sabda Rasulullah Shalallahu’alaihi wa salam tentang kandungan air zam-zam terbukti kebenarannya secara medis belakangan ini, yaitu air zam-zam dapat mengobati penyakit, salah satunya karena air zam-zam memiliki kandungan zat flourida, yaitu zat yang dibutuhkan oleh tubuh untuk melawan penyakit dan efektif dalam membasmi kuman dalam tubuh.

Tidak hanya itu, air zam-zam juga menyimpan dua jenis mineral yang tidak ditemukan pada jenis air mana pun, yaitu tingginya kandungan kalsium & magnesiumnya yang dapat membantu memulihkan tubuh kita dari kelelahan serta memiliki efek mengenyangkan.

Setelah mengetahui sejumlah kebaikan & keutamaan air zam-zam dalam Islam, maka akan timbul lah pertanyaan yang terkait, seperti “Adakah doa minum air zam-zam?” Jawabannya, ya, ada doa yang bisa kita amalkan ketika minum air zam-zam. Doa tersebut datang dari Ibnu ‘Abbas radliyallaahu ‘anhuma yang merupakan salah seorang sahabat Rasulullah Shallallahu’alaihi wa salam. Beliau memanjatkan doa minum air zam-zam yang berbunyi:

اَللَّهُمَّ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعَا، وَرِزْقًا وَاسِعًا، وَشِفَاءً مِنْ كُلِّ دَاءٍ

“Ya Allah, aku memohon kepadamu ilmu yang bermanfaat, rizki yang lapang, dan kesembuhan dari segala macam penyakit”. [riwayat dari Ad Daruquthniy]
Selain doa minum air zam-zam, terdapat juga adab saat minum air zam-zam untuk kita amalkan. Berikut adalah adab meminum air zam-zam yang diterangkan dalam sebuah riwayat yang terdapat dalam Sunan Ibni Majah dan selainnya :
“Bahwasanya seseorang datang kepada Ibnu ‘Abbas radliyallaahu ‘anhuma. Ibnu ‘Abbas bertanya kepada orang tersebut : ‘Dari mana engkau datang ?’. Orang tersebut menjawab : ‘Dari sumur zam-zam’. Ibnu ‘Abbas berkata : ‘Jika engkau minum air zam-zam, maka menghadaplah ke arah kiblat, sebutlah nama Allah ‘azza wa jalla, bernafaslah tiga kali, dan perbanyaklah meminumnya. Apabila engkau telah selesai, maka pujilah Allah ‘azza wa jalla, karena sesungguhnya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda : ‘Sesungguhnya tanda (pembeda) antara kami….” [al-hadits].

Artikel Terkait

loading...