Betulkah Lalat Itu Penawar Penyakit ? Berikut Kata Rasulullah

Lalat sangat banyak di bumi. Mereka hampir 87.000 spesies. Secara ilmiah telah membuktikan bahwa mereka makan dari sampah dan limbah bahan organik dari sejumlah besar bakteri, virus dan berbagai mikroba dan kuman lainnya. 


Bakteri adalah organisme hidup yang sangat kecil. Mereka hidup dalam miliar dalam satu gram tanah pertanian dan di jutaan dalam satu tetes air liur. Pengaruh bakteri pada kehidupan biologis di bumi tidak terbatas, tanpa itu tidak ada tanaman bisa tumbuh, dan tanpa tanaman tidak akan ada kehidupan bagi manusia dan hewan di bumi. Sebagian besar bakteri tidak berbahaya, tetapi beberapa menyebabkan beberapa penyakit.

Allah Subhanahu Wa ta’ala memberikan lalat kemampuan untuk membawa kuman pada satu sayap dan obat penawar pada yang lain. Kalau tidak, spesies lalat akan binasa sekarang, semua terkena kuman. Namun, mereka masih ada di lebih dari 87.000 spesies.

Orang-orang jaman NOW ini sungguhlah aneh sekali. Mereka mengatakan bahwa ada banyak bakteri dan parasit yang dibawa lalat sehingga lalat sering sekali menjadi faktor penyebaran banyak penyakit. Mereka selanjutnya mengatakan bahwa lalat memiliki jutaan bakteri pada kaki-kakinya karena perilakunya yang suka pada tempat yang kotor. Orang-orang yang merasa pintar ini juga mengatakan bahwa banyak penyakit yang disebatkan oleh lalat, seperti: malaria, disentri, sakit lemas, cacingan, kaki gajah dan mereka bilang banyak lagi lainnya. Lantas, apakah pernyataan ini benar?

Klaim di atas adalah jelas salah kaprah, karena itu adalah pengakuan terbodoh yang pernah saya dengar. Justru sebaliknya lalat itu adalah obat yang mujarab untuk banyak penyakit. Hal ini dapat dibuktikan dengan pendekatan science Islam.

Diriwayahkan Abu Huraira:
Sang nabi mengatakan, "Jika seekor lalat jatuh ke dalam minuman dari setiap orang di antaramu, dia harus menenggelamkannya (ke dalam minuman), karena salah satu sayapnya membawa penyakit dan sayap lainnya mempunyai penyembuh untuk penyakit tersebut." (Sahih Al-Bukhari: Volume 4, Buku 54, No. 537)

Dari hadist di atas jelaslah bahwa dengan keilmuan Rasul yang tinggi, Rasul telahpun membuktikan bahwa apa yang dipercaya oleh para ilmuwan itu adalah omong kosong belaka. Bahkan sebaliknya, karena ternyata penyakit yang terbawa oleh salah satu SAYAP seekor lalat punya penawar yang berasal dari sayap lainnya. Sedangkan bakteri-bakteri yang ada di kaki-kaki lalat tersebut juga punya penawar di kaki-kaki lainnya tentunya. Rasul tidak perlu menyebutkan tentang bakteri yang di kaki-kaki lalat karena secara konteks, Rasul telah menyiratkan bahwa prinsip yang berlaku di sayap berlaku juga di kaki dan tempat-tempat lainnya.

Lalat diciptakan untuk menciptakan penawar bagi penyakit yang disebarkannya. Keenam kaki-kaki lalat dilengkapi dengan bulu-bulu halus, cairan-cairan yang melengket dan antenanya yang berambut. Bulu yang ganjil adalah membawa penyakit, sedangkan bulu yang genap memberi penawarnya.

Secara Logika
Lalat memang dikenali sebagai binatang paling pengotor dan pembawa penyakit. Hal ini sepertimana yang telah diterangkan dalam hadis di atas ‘sesungguhnya pada sebelah sayapnya terdapat penyakit’. Namun perlu dipikirkan kenapa kekotoran pada lalat ini, yang membawa berbagai jenis bakteri yang terdapat pada tubuh badan lalat ini tidak mengakibatkan penyakit kepada lalat itu sendiri? Kenapa?

Jawabannya kerana lalat memiliki daya tahanan tubuh atau penawar yang menghasilkan sejenis toksin yang bertindak sebagai penawar (antidote) yang memelihara dirinya dari bahaya bakteri-bakteri tersebut.

Secara Saintik
Islam menghendaki kita supaya menjaga kebersihan bukan saja pada pakaian serta tempat tinggal malah pada makanan dan juga minuman. Rasulullah SAW amat menitikberatkan hal ini sehingga apabila seekor lalat pun yang memasuki makanan atau minuman, baginda menyuruh kita berwaspada terhadap penyakit yang bakal menimpa seperti keracunan makanan dan sebagainya.

Apa yang disebutkan di dalam hadis di atas telah dibuat kajian oleh para saintis pada zaman kemudiannya. Contohnya pada tahun 1871, Prof. Brefild, Ilmuwan Jerman dari Universiti Hall menemui mikroorganisma jenis Fitriat yang diberi nama Ambaza Mouski dari golongan Antomofterali. Mikroorganisma ini hidup di bawah tingkat zat minyak di dalam perut lalat. Ambaza Mouski ini berkumpul di dalam sel-sel sehingga membentuk kekuatan yang besar. Kemudian sel-sel itu akan pecah dan mengeluarkan sitoplasma yang dapat membunuh kuman-kuman penyakit. Sel-sel tersebut terdapat di sekitar bahagian ke tiga dari tubuh lalat, yaitu pada bahagian perut dan ke bawah. 

Kemudian pada tahun 1947, Ernestein seorang Inggeris juga menyelidiki Fitriat pada lalat ini. Hasil penyelidikannya menyimpulkan bahwa zat fitriat tersebut dapat memusnahkan berbagai bakteri penyakit. 

Dr. Amin Ridha, Dosen Penyakit Tulang di Jurusan Kedokteran Universitas Iskandariyah, telah melakukan penelitian tentang hadits lalat dan menegaskan bahwa di dalam rujukan-rujukan kedokteran masa silam ada penjelasan tentang berbagai penyakit yang disebabkan oleh lalat. Baru di zaman sekarang, para pakar penyakit bisa mengungkap rahasia ini, padahal sudah dibongkar informasinya sejak dahulu. Yaitu kurang lebih 30-an tahun yang lalu mereka menyaksikan dengan mata kepalanya bahwa obat berbagai penyakit yang sudah kronis dan pembusukan yang sudah menahun adalah dengan lalat. Dan lalat pula memiliki suatu gen yang berfungsi mengobati berbagai penyakit yang ada pada syaraf-syaraf arteri, pada syaraf-syaraf meina. Maka pada syaraf arteri yang banyak terjadinya penyumbatan, gen-gen refilin yang ada pada sayap lalat lah yang mampu mengobatinya.

Para pengkaji lain yaitu Prof. Kock, Famer (Inggeris), Rose, Etlengger (German) dan Blatner (Switzerland) melakukan penyelidikan dan membuat kesimpulan yang sama tentang mikroorganisma pada lalat sekaligus membuktikan bahwa berbagai penyakit dan bakteri pada lalat hanya terdapat pada ujung kakinya saja dan bukan pada seluruh badannya. Justru mikroorganisma yang dapat membunuh kuman itu tidak dapat keluar dari tubuh lalat kecuali setelah disentuh oleh benda cair. Cairan ini dapat menambah tekanan pada sel-sel yang mengandung mikroorganisma penolak kuman sehingga pecah dan memercikkan mikroorganisma istimewa ini. 

Berdasarkan hasil penelitian tersebut ternyata apa yang telah disampaikan oleh Rasulullah adalah benar yaitu saran baginda Rasulullah kepada kita agar menenggelamkan lalat tersebut terlebih dahulu ke dalam air agar dapat mengeluarkan mikroorganisma penolak kuman dari badan lalat tersebut, dalam arti kata bahwa badannya harus dibasahkan atau ditenggelamkan sebelum mengeluarkan kembali lalat tersebut dan air yang menjadi tempat pendaratan lalat tadi dapat diminum kembali.

Subhanallah, 14 abad yang lalu, Nabi Muhammad SAW bisa memberikan informasi seperti ini tanpa adanya sebuah riset. Maka tidak mengherankan lagi mengapa Namanya harum didalam ilmu kedokteran, sehingga tercatat oleh sejarah dengan tinta emas. Dan keajaiban mengenai lalat ini merupakan satu diantara banyaknya informasi mengenai kesehatan dan hewan-hewan yang terlarang untuk dikonsumsi, terutama Anjing dan Babi yang mana berita ini telah beliau sampaikan melalui satu diantara dua warisan kaum mukmin yaitu Al-Hadis. 

Sedangkan para ilmuwan meneliti hal ini selama puluhan tahun lamanya. Maka masihkah ada yang mencoba menyangkal kerasulan Beliau? Maha benar Allah dan nyatalah kebenaran Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam yang menjadi penyampai wahyu-Nya. maka demikian indahnya dan demikian sempurnanya serta demikian jeniusnya hamba ciptaan Allah SWT yaitu Rasulullah Muhammad SAW.

Dari zamannya hingga saat ini Nabi Muhammad SAW dikategorikan sebagai seorang genius nomor satu didunia, dan hal tersebut akan terus berlaku hingga tiba dimana hari akhir dari alam semesta ini, Insya Allah. Namun hingga saat ini orang-orang yang mengingkarinya dan rasul-rasul Allah lainnya tetap mengukuhkan hati mereka dan menuduh bahwa mukjizat yang Allah SWT anugerahkan kepada para Rasul-Nya merupakan sihir belaka. Namun jika mereka meyakini tuduhan mereka tersebut, tanyakan kepada mereka adakah hingga saat ini orang-orang yang memiliki ilmu sihir dapat melakukan keajaiban-keajaiban sebagaimana yang Allah wahyukan kepada para Rasul-Nya? Dan mereka (orang-orang kafir) juga mengatakan bahwa al-Qur’an yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW merupakan dongeng belaka. Jika mereka masih berprasangka sebagaimana hal yang telah disebutkan, maka sampaikanlah tantangan dari Allah SWT kepada mereka, sebagaimana Firman Allah SWT : “Dan jika kamu meragukan (Al-Qur’an) yang kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad), maka buatlah satu surah semisal dengannya dan ajaklah penolong-penolongmu (Tuhan-Tuhan yang mereka sembah) selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar”. Jika kamu tidak mampu membuatnya, dan (pasti) tidak akan mampu, maka takutlah kamu akan api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu yang disediakan bagi orang-orang kafir”. (Q.S Al-Baqarah :23-24)

Rasul mengajarkan kita untuk menenggelamkan lalat karena dengan ini maka lalat tersebut akan dapat memuntahkan cairan-cairan untuk menawar kuman yang mungkin jatuh oleh bulu-bulu bagian sebelah kiri. Rasul dengan segala keterbatasan teknologi pada masa itu telah dapat membuat kesimpulan yang begitu tinggi akan pengetahuan alam. Bahkan Rasul walaupun tidak mampu baca tulis, itu semata-mata karena bimbingan Allah. Subhanallah betapa hebatnya junjungan kita, Nabi Muhammad SAW. Demikianlah kiranya semoga bermanfaat buat kita semua sebagai tambahan ilmu bermanfaat.

Artikel Terkait

loading...

Comments