Inilah Tips Cara Hidup Sehat Rasulullah

Pernah suatu ketika Madinah kedatangan seorang dokter yang dikirimkan oleh Kaisar Romawi. Dokter tersebut kebingungan karena sulit sekali menemukan pasien sakit di Madinah. Lalu dokter tersebut bertanya kepada Rasulullah SAW mengenai rahasia dari kaum muslimin yang jarang sakit tersebut. Rasulullah SAW diutus oleh Allah Subhanahu Wata’ala sebagai contoh dan teladan bagi seluruh umat manusia dan seluruh alam. 

Rasulullah SAW memiliki berbagai kesempurnaan, diantaranya adalah kejujurannya yang bahkan diakui oleh musuh-musuh beliau sekalipun. Selain kejujuran, beliau juga memiliki sifat, prilaku dan tutur kata yang baik. Jasa-jasa beliau sangatlah banyak bagi umat manusia, salah satunya adalah menghilangkan sistem perbudakan, bahkan seorang penulis Amerika bernama Michael H. Hart meletakkan Rasulullah SAW pada posisi pertama dalam bukunya yang berjudul 100 Orang Paling Berpengaruh di dunia.

Salah satu ajaran dari Rasulullah SAW adalah pola hidup yang sehat. Rasulullah SAW hanya pernah sakit sebanyak 2 kali seumur hidupnya hingga berusia 63 tahun, yaitu ketika diracuni oleh seorang wanita Yahudi dan ketika menjelang akhir hayatnya. Bagi sebagian orang, sehat adalah sesuatu yang mahal. Beberapa orang menghabiskan sebagian uangnya untuk terapi, diet, membeli suplemen mahal dll yang semuanya bertujuan untuk mendapatkan tubuh sehat. Tidak sedikit para lansia yang menghabiskan uang pensiunnya untuk berobat ke rumah sakit. Sebegitu sulitnyakah menjaga kesehatan?

Tentu menjaga kesehatan tidaklah sulit, Rasulullah SAW sebagai teladan telah memberikan contoh hidup yang sehat, ini sesuai dengan firman Allah:
Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (Al-Ahzab 33:21)

Cukup ikuti pola hidup Rasulullah SAW, insya Allah anda akan terhindar dari berbagai penyakit. Berikut pola hidup sehat dari Rasulullah SAW:

1. Makan Makanan Halal & Baik
Rasulullah SAW hanya memakan makanan yang halal dan baik, seperti: Ikan laut segar, buah-buahan(tin, zaitun, kurma, anggur, delima), madu, daging, susu dan biji-bijian(gandum).

Rasulullah SAW bersabda:
Makanlah minyak zaitun dan berminyaklah dengannya. Sesungguhnya ia berasal dari pohon yang diberkahi.(Diriwayatkan oleh Mahmud bin Ghailan, dari Abu Ahmad az Zubair, dan diriwayatkan pula oleh Abu Nu’aim, keduanya menerima dari Sufyan, dari ` Abdullah bin `Isa, dari seorang laki-laki ahli syam yang bernama Atha’, yang bersumber dari Abi Usaid r.a.)

Pada pagi hari, Rasulullah SAW sarapan dengan segelas air yang dicampur oleh sesendok madu asli. Selain dapat menjaga daya tahan tubuh, madu juga dapat menjadi obat bagi berbagai macam penyakit. Ditinjau dari ilmu kesehatan, madu dapat membersihkan lambung, menyembuhkan sembelit, wasir, peradangan dan mengaktifkan usus-usus.

Minuman yang paling disukai Rasulullah saw adalah minuman manis yang dingin.” (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi `Umar, dari Sufyan, dari Ma’mar, dari Zuhairi, dari `Urwah, yang bersumber dari `Aisyah r.a.)

Memasuki waktu dhuha, Rasulullah SAW akan mengkonsumsi tujuh butir buah kurma ajwa’(matang). Selain menyehatkan, buah kurma juga dapat menetralisir racun.

Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa yang makan tujuh butir kurma, maka akan terlindungi dari racun”

Hal ini dibuktikan ketika seorang wanita Yahudi mencoba membunuh Rasulullah SAW dengan cara meracuni makanan beliau pada perang Khaibar.

Racun tersebut dapat dinetralisir oleh zat-zat yang terkandung dalam buah kurma, namun salah seorang sahabat yang bernama Bisyir ibu al Barra meninggal karena racun tesebut.

Pada malam hari, Rasulullah biasa memakan sayur-sayuran. Sayuran memiliki kandungan yang dapat meningkatkan daya tahan dan kesehatan tubuh. Sayuran juga mengandung serat yang dapat melancarkan pencernaan.

Setelah makan malam, Rasulullah akan melakukan beberapa aktivitas terlebih dahulu. Ini berfungsi untuk mempermudah makanan ketika dicerna oleh lambung. Aktivitas yang dilakukan Rasulullah biasanya berupa shalat.

2. Tidak berlebihan
Jangan mengkonsumsi makanan berlebihan, Rasulullah mencontohkan dengan makan sebelum lapar dan berhenti sebelum kenyang.

3. Patuh Pada Perintah Allah
Poin nomor 3 ini erat kaitannya dengan poin nomor 1. Rasulullah SAW selalu membaca do’a sebelum makan dan menghindari makanan yang buruk.

Makanan buruk bukan berarti berasal dari jenis yang haram seperti babi dan anjing. Makanan buruk bisa berasal dari jenis makanan halal, seperti daging ternak yang disembelih tidak dengan menyebut nama Allah, lalu daging ternak yang disebelih untuk selain Allah (persembahan kepada jin).

4. Tidur Lebih Cepat dan Bangun Lebih Awal
Rasulullah SAW tidak menyarankan umatnya untuk begadang. Karenanya, beliau tidak menyukai makan dan berbincang-bincang selepas waktu Isya.

Jika sudah saatnya tidur, maka Rasulullah SAW akan langsung tidur. Tidur yang tepat ialah selepas Isya, kurang lebih pukul 21.30, lalu sebaiknya bangun pada 1/3 malam sekitar jam 3 untuk shalat malam.

Dengan begitu waktu yang digunakan untuk tidur dalam sehari kurang dari 8 jam. Dalam pembagian waktu 24jam untuk 1 hari 1 malam, 1/3 untuk bekerja, 1/3 untuk beribadah kepada Allah dan 1/3 lagi untuk tidur yang cukup. Tentunya pembagian waktu ini tidak kaku, melainkan fleksibel disesuaikan dengan kebutuhan.

5. Rutin Berolahraga
Rasulullah SAW merupakan sosok yang gemar berolahraga, beliau tidak segan mengajak istrinya Aisyah RA dan juga menganjurkan anak-anak agar dilatih memanah, menunggang kuda dan berenang.

Rasulullah juga melakukan berbagai jenis olahraga dan beliau terkenal sebagai jago gulat. Ini menunjukkan bahwa tubuh beliau tidak hanya sehat, namun juga kuat. Beliau juga pernah berlomba lari dan memanah. MUSLIM YANG KUAT LEBIH DICINTAI DARI MUSLIM YANG LEMAH

Rasulullah bersabda : “Ketahuilah bahwa yang dimaksud kekuatan itu adalah memanah, beliau mengucapkannya tiga kali.” (HR. Muslim). Di dalam hadits lain juga dijelaskan : “Kamu harus belajar memanah, karena memanah itu termasuk sebaik-baik permainanmu.” (HR. Bazzar dan Thabrani).

6. Rajin Berpuasa
Puasa wajib/sunnah yang ditekankan adalah puasa sehat tanpa mendzolimi diri sendiri. Dianjurkan sahur dan menyegerakan berbuka dengan air putih dan kurma.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa” (QS. Al Baqarah: 183)

Puasa dapat mengobati berbagai penyakit seperti:
  • Tekanan darah tinggi
  • Diabetes
  • Asma dan saluran pernapasan
  • Jantung dan pengerasan arteri
  • Penyakit hati
  • Penyakit Kulit
  • Penyakit paru-paru
  • Mencegah kanker
Dalam dunia kedokteran, puasa juga dianggap sebagai senjata paling ampuh.

7. Membersihkan Gigi
Rasulullah SAW sangat Memperhatikan kesehatan gigi dan membersihkannya dengan menggunakan siwak (akar dari pohon salvadora persica)). Waktu yang disarankan adlah sebelum sholat, sebelum tidur dan ketika bangun tidur.

8. Sholat Khusyuk
Rasulullah SAW senantiasa mendirikan ibadah sholat di awal waktu dan berjamaah plus sholat sunnah. Ibadah wajib untuk seluruh mukmin bahkan dalam keadaan sakit. Ibadah ini dapat menjaga kesehatan JIWA dan RAGA.

9. Habbatussauda
Selain “gaya hidup” Rasulullah SAW yang sepenuhnya sehat, beliau juga menganjurkan untuk rutin mengkonsumsi herbal, diantaranya habbatussauda(jintan hitam), kurma, madu dan berbekam jika sakit.

10. Tidak pemarah
Rasulullah memberi nasehat “Jangan marah”, nasehat ini diulangi sampai 3 kali. Ini menunjukan bahwa marah membawa efek buruk bagi kesehatan. Orang pemarah terbukti sering mengalami sakit seperti darah tinggi, gangguan pencernaan, sakit kepala, sakit jantung dan depresi.

11. Menjaga Kebersihan
Rasulullah SAW selalu tampak bersih dan rapi. Setiap hari kamis atau jumat, beliau bersiwak, memakai minyak wangi, mencukur rambut di pipi dan memotong kuku.

12. Bersosialisasi
Sebuah studi dari Harvard School of Public Health menunjukkan bahwa para pria dengan usia diatas 70 tahun yang gemar bersosialisasi kecil kemungkinan mengalami sakit jantung. Ini dicontohkan oleh Rasulullah SAW, beliau memiliki banyak sahabat dan senantiasa bersilaturahmi dengan kerabatnya.

13. Berbekam
Rasulullah SAW bersabda:
“Kesembuhan dapat diperoleh dengan tiga cara: pertama dengan meminum madu (dengan obat herbal), kedua dengan berbekam/hijamah, dan ketiga dengan (terapi) besi panas. Dan aku tidak menganjurkan umatku untuk melakukan pengobatan dengan besi panas.” (HR. Bukhori)

Tentunya berbekam dengan rutin dapat meningkatkan daya tahan tubuh serta menghindarkan tubuh dari berbagai penyakit. Ternyata hidup sehat tidaklah sulit, anda tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk berobat atau membeli vitamin. Cukup ikuti sunnah Rasulullah SAW maka insya Allah hidup anda akan sehat jasmani dan rohani. Sudah Siapkah Anda Hidup Sehat Seperti Rasulullah?

Artikel Terkait

loading...

Comments