Tips Agar Anak Menjadi Penurut Tanpa Kekerasan

Menghadapi anak yang bandel dan nakal tidak boleh menggunakan amarah ataupun pukulan, jangan sampai Anak kita mendapat perlakuan keras baik yang menyakiti hatinya maupun fisiknya. Hal ini termaksud hal yang sangat berat bagi orang tua dalam mendidik anak marilah kita mulai belajar dari saat ini karena anak adalah anugerah yang terindah, dia adalah harta yang tak ternilai harganya, dan dia adalah amanah dari Allah SWT yang harus kita rawat dan kita didik dengan sebaik baiknya. sudah seharusnya kita yang sudah diberi amanah ini mensyukuri kehadirannya dengan tidak menyia-nyiakanya.

Haruskah Orang Tua Gunakan Kekerasan Agar Anak jadi Penurut? Bagaimana cara mendidik anak agar menjadi penurut?, pada kesempatan kali ini, saya akan berbagi cara terbaik untuk menasehati anak-anak agar menjadi pribadi yang penurut dan berbakti kepada orang tua. Adapun beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk menasehati anak agar nurut antara lain seperti di bawah ini. Tips jitu menasehati anak agar nurut sebagai berikut:

1. Memanggil Nama
Mempunyai buah hati dengan karakter yang bandel mungkin akan membuat orangtua mudah terpancing emosi. Namun, hal tersebut tidaklah tepat jika Anda lakukan. Ketika hendak memerintah sesuatu pada anak, sebaiknya Anda awali dengan memanggil namanya. Sikap tersebut akan membuat anak-anak merasa lebih dihargai. Utamakan melakukan hal tersebut ketika mereka sedang asik bermain. Jika mereka merespon, baru Anda bisa mengatakan apa maksud tujuan memanggil mereka. Tidak perlu berteriak-teriak untuk memerintahnya karena anak justru tidak akan mau memperhatikan Anda.

2. Berbicara dengan Sopan
Membentuk pribadi yang baik pada seorang anak tentu juga harus diawali oleh sikap baik dari para orangtua. Apabila Anda hendak menasehati anak, sebaiknya menggunakan kalimat yang sopan. Kata-kata paling mudah adalah menggunakan “Minta tolong…” setiap kali Anda meminta bantuan sesuatu pada anak-anak. Kebiasan positif ini sebaiknya Anda mulai sedini mungkin, untuk membuat anak-anak menjadi lebih mudah mendengarkan nasehat orangtua. Selain itu, sikap orangtua yang kurang baik, akan mudah ditiru oleh anak-anak karena daya ingatnya yang masih tajam.

3. Menjadi Pendengar yang Baik
Menghadapi sikap anak yang tidak mau menurut sebaiknya tidak dengan menceramahinya terus menerus. Jadilah seorang pendengar yang baik untuk memahami apa yang mereka mau. Jika emosi dibalas dengan emosi, maka permasalahan tidak akan cepat selesai dan Anda semakin susah untuk mengajak anak-anak menjadi pribadi yang penurut. Setelah mendengarkan, barulah Anda bisa menanggapi apa yang mereka katakan.

4. Ulangi Arahan yang Baik
Membuat anak menjadi lebih penurut tentu tidak dapat Anda dapatkan dengan cara yang instan. Semua membuuhkan proses terutama jika anak-anak sudah terbiasa memiliki sikap yang membagkang sejak kecil. Oleh sebab itu, cara terbaik untuk menasehatinya adalah dengan mengulangi segala perintah dan arahan yang baik padanya. Jika mereka lupa dengan perjanjian yang telah dibuat, ingatkanlah hingga mereka bisa menjadi lebih menurut.

5. Hindari Kata “Jangan”
Menggunakan kata tersebut justru membuat anak-anak menjadi susah menuruti kata-kata dari orangtuanya. Anda bisa mengubahnya menggunakan kalimat perintah yang halus seperti, “bangun yang pagi ya supaya tidak telat ke sekolah”.

6. Gunakan Kalimat Sederhana
Anak-anak yang tidak mau menurut cenderung susah untuk diajak mendengarkan nasehat yang Anda ucapkan. Oleh sebab itu, untuk membuatnya lebih memahami apa yang Anda mau, sebaiknya gunakan kalimat yang sederhana. Memberikan nasihat yang panjang dan bertele-tela hanya akan dianggap angin lalu oleh mereka dan tidak menutup kemungkinan mereka akan mengulangi kesalahannya kembali.

7. Bersikap Tegas
Jika sikap anak Anda dirasa sudah melewati batas-batas yang sulit untuk ditoleransi, sebaiknya Anda mulai bersikap tegas. Sikap tersebut bukan berarti dilakukan dengan kekerasan atau memarahinya terus menerus. Anda bisa memberikannya nasihat yang bersifat motivasi sebagai salah satu cara untuk membuatnya lebih memahami antara sikap yang baik dan buruk.

8. Tatapan Mata dan Sentuhan
Adanya kontak fisik dan tatapan mata terbukti menjadi salah satu siasat untuk menjalin ikatan batin. Jika tidak mau menurut, dekatilah mereka dan sentuh pundaknya. Usahakan posisi mata Anda sejajar dengan mereka. Posisi tersebut akan membuat anak-anak merasa lebih dihargai dan diperhatikan.

9. Bila anak berbuat salah 
Maka jangan sandarkan pada pribadinya, tetapi sandarkan pada perbuatan salahnya, Misalnya katakanlah ”Perbuatan ini tidak benar”, jangan katakan ”Apa yang telah kamu perbuat?”. jangan pula menyifatinya dengan bodoh atau malas, karena akan melukai perasaannya dan menjadikannya rendah diri

10. Hargailah keinginan anak anda
Bila anakmu mempunyai keinginan untuk memiliki semua mainan yang dipajang di toko ketika ke pasar, maka sebagai ganti dari hardikanmu kepadanya dengan sifat ”tamak”, katakanlah kepadanya ”Boleh saja engkau menginginkan semua mainan ini, tetapi sekarang pilihlah satu saja dan yang lain untuk waktu yang akan datang”, atau buatlah kesepakatan kepadanya sebelum pergi ke pasar ”Apapun yang engkau lihat, maka hanya satu permintaan yang dikabulkan”. Dengan hal ini, anakmu akan merasakan bahwa engkau tetap memperhatikan keinginannya.

11. Hindari cara mengancam dan menyuap anak 
Jika engkau menggunakan cara ancaman secara terus-menerus agar dia taat maka kelak anak anda akan mengacuhkanmu sehingga engkau mengancamnya. Demikian juga “suap” akan menjadikannya tidak mentaatimu sehingga engkau mengatakan kepadanya ”Aku akan memberimu mainan baru jika kamarmu bersih”, maka dia menaatimu karena ingin mainan bukan untuk membantu keluarganya atau melaksanakan kewajibannya

12. Berilah pujian dan apresiasi
Berilah pujian dan apresiasi bila dia menaatimu dalam suatu tugas dan berilah selamat kepadanya ”Bagus” atau ”Jazakallahu khairan” atau ”Pekerjaan yang hebat”, “Anak yang rajin”, sehingga dia akan termotivasi melakukannya pada waktu yang lain. Apabila dia berbuat sebaliknya / hal buruk maka katakanlah, “Rajinnya anak ibu itu kamarnya selalu dibersihkan sendiri”, ”Alangkah hebatnya anak itu hafal 10 juz Al-Qur’an, tentunya engkau juga bisa kan?”. Sebagian bapak memberikan hadiah kepada anaknya untuk memotivasi mereka seperti menghafal satu hadits dengan memberi mereka satu tanda bintang di pakaian, jika sudah lima atau maka mereka mengajak mereka rekreasi.

Demikian cara mudah menasehati anak agar menurut kepada orang tua yang dapat saya sampaikan. Semoga menjadi solusi yang bermanfaat bagi Anda dan kita semua.

Artikel Terkait

loading...

Comments