Apa Yang Penting & Utama Di Mata Allah?

Di mata Allah, keutamaan tidak didasarkan pada kekayaan, kedudukan, kecantikan atau hal lain yang dimiliki manusia, melainkan didasarkan pada kedekatan kepadaNya, yakni ketaqwaan:
Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah yang paling taqwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui dan Maha Waspada. (Surat Al-Hujurat: 13)

Agar Menjadi Orang Yang Utama Di Mata Allah”, orang Penting atau Utama itu enak banget, apa-apa selalu dijadikan yang pertama. Maksudnya jika kita menjadi orang Penting atau Utama dalam sebuah acara, pasti kita akan mendapat tempat duduk di depan, dapat snack lebih banyak dan lebih enak dari tamu undangan yang lainnya. Itu masih menjadi orang Penting atau Utama di mata manusia, apalagi kalau menjadi orang Penting atau Utama di mata Allah pasti akan sangat beruntung. 

Coba bayangkan jika anda menjadi orang Penting atau Utama di mata Allah, pasti bila kita memohon sesuatu akan cepat terkabul, dan Allah itu tidak akan pernah mengeluh dengan berbagai macam permintaan kita. Seperti dalam hadist berikut ini:
Dari Abi Dzarr Al-Ghoffari r.a. dari Nabi saw yang diriwayatkan dari Allah Azza wajalla: Sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah berfirman, “Hai hamba-Ku! Sesungguhnya Aku haramkan perilaku zhalim atas diri-Ku dan Aku jadikan di antaramu haram maka janganlah kamu saling menzhalimi. Hai hamba-Ku! Kamu semua sesat kecuali orang yang telah Kami beri petunjuk maka hendaklah minta petunjuk kepada-Ku, pasti Aku beri petunjuk. Hai hamba-Ku! Kamu semuanya lapar kecuali yang telah Aku beri makan, hendaklah kamu minta makan kepada-Ku, pasti Aku memberi makan padamu. Hai hamba-Ku! Kamu semua telanjang kecuali yang telah Aku beri pakaian, hendaklah kamu minta pakaian kepada-Ku, pasti Aku memberi pakaian padamu. Hai hamba-Ku! Sungguh kalian lakukan kesalahan siang dan malam dan Aku mengampuni dosa-dosa itu semua maka mintalah ampun kepada-Ku, pasti Aku akan mengampuni kalian. Hai hamba-Ku! Sungguh kalian tidak dapat membinasakan Akudan kalian tidak dapat memberi manfaat kepada-Ku. Hai hamba-Ku! Jika orang terdahulu dan orang yang terakhir daripadamu, manusia dan jin semuanya, mereka itu berhati taqwa seperti paling taqwa diantaramu, hal itu tidak akan menambah kerajaan-Ku sedikit juga.Hai hamba-Ku! Jika yang pertama dan terakhir daripadamu, manusia dan jin seluruhnya, mereka berhati jahat seperti paling jahat diantaramu, itu tidak akan mengurangi kerajaan-Ku sedikitpun. Hai hamba-Ku! Jika orang terdahulu dan terakhir diantaramu, manusia dan jin semuanya, mereka berada di bumi yang satu, mereka meminta kepada-Ku maka Aku berikan setiap orang permintaannya, hal itu tidaklah mengurangi apa yang ada pada-Ku, melainkan seperti sebatang jarum dimasukkan ke laut. Hai hamba-Ku Sungguh itu semua amal perbuatanmu. Aku catat semuanya bagimu sekalian kemudian Kami membalasnya. Maka barangsiapa mendapat kebaikan hendaklah bersyukur kepada Allah dan barangsiapa mendapat selain itu maka janganlah ia menyalahkan kecuali dirinya sendiri.” (Muslim)

Pasti sekarang dalam benak kalian akan bertanya “BAGAIMANA MENJADI ORANG PENTING DAN UTAMA DI MATA ALLAH SWT?”.
Untuk menjadi orang penting dan utama maka kita juga harus punya ibadah amalan sunnah yang istimewa, dan jarang orang melakukan itu, dan juga sulit untuk ditirukan. Saya berikan contoh sederhana saja, misalnya ‘Saat kita pergi ke Mesjid untuk shalat jangan langsung masuk dulu, lihat di depan masjid, pasti banyak sandal orang-orang yang tidak tertata, jadi kita tata dulu kalau perlu dibalik,’ karena ini membatu orang jadi ini merupakan ibadah sunnah dan bahkan jarang orang melakukan ini, padahal ini sangat begitu sederhana.

Rasulullah SAW bersabda orang penting adalah orang yang mengurusi Islam, kemudian menegakkan shalat dan yang paling tinggi adalah Jihad fi sabilillah. Berapa pun gaji kita, setinggi apapun jabatan kita, jika kita tidak memikirkan Islam, tidak mengurusi Islam, kita bukan orang penting, kita bukan siapa-siapa. Ingatlah, di kubur nanti bukan mulut kita yang menjawab tapi amal kita yang menjawab, tiga pertanyaan yang akan diajukan, siapa Rabbmu, siapa Nabimu, dan apa kitabmu. Kenapa tiga pertanyaan itu yang diajukan? Inilah esensi dari hadist Rasulullah SAW, ketika amal tidak untuk meneggakkan Agama Allah, maka amal itu menjadi tidak penting. Amal kita akan ditanya apakah sudah sejalan dengan Rubuyahnya Allah dan Uluhiyahnya Allah maksudnya, apakah sudah sesuai dengan apa yang di contohnya Rasulullah SAW.
loading...

Artikel Terkait

Amalan Ibadah Yang Harus Dilakukan Seorang Muslim Selama Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan bagi umat muslim seluruh dunia merupakan bulan penuh berkah, hikmah dan ampunan, karena berbagai amal perbuatan dapat menjad...

MY ARTIKEL