Bagaimana cara berdo’a kepada Allah? Agar Cepat Di Ijabah

Tidak ada tempat, waktu ataupun cara khusus untuk berdo’a kepada Allah. Allah lebih dekat kepada kita dari pada urat leher kita sendiri. Dia mengetahui dan melihat segala sesuatu yang terlintas dalam pikiran kita, juga yang terlintas di bawah sadar kita. Salah satu kekuatan seorang muslim yang paling kuat adalah doa. Berdoa memang menjadi semacam kebutuhan manusia yang sadar memiliki kekurangan dan membutuhkan pertolongan dari Sang Pencipta. Bahkan Allah dengan jelas menyatakan bahwa siapa saja yang berdoa akan Allah ijabah atau kabulkan doanya. Karenanya, kita dapat berdo’a kepada Allah dan meminta pertolonganNya kapanpun, saat berjalan, saat mengerjakan sesuatu, saat duduk, ataupun berdiri. Sikap yang layak untuk berdo’a kepadanya disebutkan dalam Al-Qur’an:
“Berdo’alah kepada Tuhanmu dengan merendahkan diri dan dengan suara yang lembut.” (Surat al-A‘raf: 55) Yang penting, orang yang berdo’a harus khusyu dan tulus.

Berdoa setelah shalat wajib
Berdoa setelah shalat wajib diperselisihkan para ulama apakah ia disyariatkan ataukah tidak. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

قيل يا رسول الله صلى الله عليه وسلم أي الدعاء أسمع قال جوف الليل الآخر ودبر الصلوات المكتوبات
“Ada yang bertanya: Wahai Rasulullah, kapan doa kita didengar oleh Allah? Beliau bersabda: “Diakhir malam dan diakhir shalat wajib” (HR. Tirmidzi, 3499).

Ibnu Qayyim Al Jauziyyah dalam Zaadul Ma’ad (1/305) menjelaskan bahwa yang dimaksud ‘akhir shalat wajib’ adalah sebelum salam. Dan tidak terdapat riwayat bahwa Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam dan para sahabat merutinkan berdoa meminta sesuatu setelah salam pada shalat wajib. Ahli fiqih masa kini, Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata: “Apakah berdoa setelah shalat itu disyariatkan atau tidak? Jawabannya: tidak disyariatkan. Karena Allah Ta’ala berfirman:

فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلاةَ فَاذْكُرُوا اللَّهَ
“Jika engkau selesai shalat, berdzikirlah” (QS. An Nisa: 103). Allah berfirman ‘berdzikirlah’, bukan ‘berdoalah’. Maka setelah shalat bukanlah waktu untuk berdoa, melainkan sebelum salam” (Fatawa Ibnu Utsaimin, 15/216).

Namun jika seseorang kebetulan memang memiliki suatu hajat yang ingin ia minta kepada Allah, yang sifatnya tidak rutin namun insidental, boleh berdoa setelah shalat wajib karena termasuk doa mas’alah yang sifatnya mutlak. 

Adapun cara berdoa sebelum salam, sebagai berikut:
Setelah selesai membaca tasyahud, membaca doa berlindung dari empat hal:

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ ، وَمِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ
“Ya Allah, Sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari siksaan kubur, siksa neraka Jahanam, fitnah kehidupan dan setelah mati, serta dari kejahatan fitnah Almasih Dajjal.” (HR. Bukhari-Muslim)

Setelah itu membaca doa-doa bebas yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam, sebanyak-banyaknya. Dalam keadaan masih duduk tasyahud, dan tangan sebagaimana keadaan tangan ketika tasyahud, tidak diangkat. Jika tidak hafal doa-doa dari Nabi, maka dengan doa-doa bebas asalkan dengan bahasa Arab.
Jika tidak bisa bahasa Arab, Syaikh Abdurrazzaq Al Abbad pernah mengatakan boleh berdoa dengan bahasa Indonesia, Setelah itu salam ketika imam salam.

Berikut adalah tata cara atau etika dalam berdoa agar lebih cepat diijabah oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala, adalah sebagai berikut :

1. Berdoa Di Waktu Yang Mustajab
Meski berdoa bisa dilakukan kapan saja, namun berbagai keterangan baik dalam Al Qur’an maupun Hadist menyatakan ada beberapa waktu yang mempercepat diijabahnya suatu doa. Contohnya adalah di waktu bulan Ramadhan, ketika berada di antara adzan dan iqomah, di waktu sepertiga malam yang terakhir, ketika hujan dan menjelang berbuka puasa.

Salah satu hadist yang menyatakan demikian yaitu:
“Doa tidak akan tertolak pada 2 waktu yaitu ketika adzan berkumandang dan ketika turun hujan. Allah akan turun ke langit dunia setiap malam, ketika tersisa sepertiga malam terakhir, Allah berfirman: Siapa yang berdoa kepadaku maka akan aku kabulkan. Siapa yang meminta maka akan aku beri dan siapa yang memohon ampunan pasti aku ampuni.”

2. Mengangkat Tangan Sambil Menghadap Kiblat
Cara berdoa yang benar adalah salah satunya dengan mengangkat tangan sambil menghadap kiblat. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam telah bersabda:
“Sesungguhnya Allah Maha Pemalu lagi Maha Pemurah terhadap seorang hamba yang mengangkat kedua tangannya utntuk berdoa, kemudian kedua tangannya kembali dengan kosong dan kehampaan (tidak dikabulkan)"

Artinya Allah akan malu jika tidak mengabulkan seorang hamba yang memohon kepada Allah sambil mengangkat tanganya.

3. Melantunkan Doa Dengan Khusyuk Dan Suara Yang Lirih
Sering kali kita berharap agar Allah mendengar doa kita dengan cara mengucapkan doa sekeras mungkin sebagai bentuk kesungguhan. Padahal telah jelas dalam Al Qur’an bahwa Allah tidak menyukai orang yang melampaui batas dan telah memberikan juga cara berdoa yang benar.

“Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (QS Al A’rof 55)

4. Berkeyakinan Bahwa Allah Akan Mengabulkan
Tak hanya urusan tata cara secara fisik, namun hati dan keyakinan pun perlu ditata. Bagaimana bisa doa akan dikabulkan jika kita yang memanjatkannya justru tidak yakin bahwa Allah akan mengabulkan?

Ingatlah bahwa keyakinan itu penting dalam beragama dan dalam berdoa pun Allah menyuruh hambaNya agar tidak lalai dan lengah. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Berdoalah kepada Allah dan kalian yakinlah akan dikabulkan. Ketahuilah sesungguhnya Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai dan lengah dengan doanya.” (HR Tirmidzi)

5. Tidak Tergesa-Gesa Dalam Berdoa
Berdoa kepada Allah ibarat kita memohon atau meminta sesuatu kepada orang tua. Ketika kita meminta sesuatu, tentu sikap dan cara bicara kita kepada orang tua tidak akan tergesa-gesa, bahkan bersungguh-sungguh dalam setiap kata yang diucapkan. Begitu juga berdoa kepada Allah dimana setiap bacaan doa harus dilakukan dengan sungguh-sungguh dan tidak tergesa-gesa.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda, “Akan diijabahi doa kalian, jika tidak berdoa dengan tergesa-gesa. Sungguh kamu telah berdoa, maka atau kenapa tidak diijabahi?” (HR Bukhari)

6. Memulai Doa Dengan Memuji Allah
Agar doa yang dipanjatkan bisa segera terkabul, rayulah Allah lebih dahulu dengan menggunakan nama-namaNya yang baik (Asmaul Husna). Allah pun mengatakan demikian dalam Al Quran:

“Dan bagi Allah itu nama-nama yag baik. Berdoalah dengannya (dengan menyebut nama-nama yang baik itu).” (QS Al A’rof 180)

7. Mengakhiri Doa Dengan Shalawat
Nabi yang amat dicintai oleh Allah sehingga namanya bersanding dengan nama Allah dalam kalimat syahadat ataupun di gerbang surga adalah Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Seorang muslim harus senantiasa bershalawat kepada Rasulullah karena Allah dan para malaikat pun bershalawat kepadanya. Salah satunya adalah dengan menyematkan shalawat di akhir doa agar Allah mengijabah doa kita.
loading...

Artikel Terkait

Amalan Ibadah Yang Harus Dilakukan Seorang Muslim Selama Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan bagi umat muslim seluruh dunia merupakan bulan penuh berkah, hikmah dan ampunan, karena berbagai amal perbuatan dapat menjad...

MY ARTIKEL