Bagaimana Cara Bertaubat Kepada Allah?

Anda mungkin pernah mendengar kata-kata seperti ini “Setiap manusia pasti tidak akan luput dari salah dan dosa”. Tapi apabila ada orang yang dengan sengaja melakukan dosa dan menjadi kebiasaan atau tradisi yang setiap hari dilakukanya bahkan dengan cara memain-mainkan dosa tersebut, ini menjadi sangat luar biasa ! apalagi melakukanya dengan cara di sengaja. Apakah orang seperti itu ketika mau bertaubat apakah taubatnya dapat di terima? jawabanya adalah pasti di terima oleh Allah SWT.

Sudah cukup bagi seseorang jika ia mengucapkan dengan tulus bahwa ia bertaubat kepada Allah atas dosa-dosa dan kesalahannya. Kemudian ia memohon ampunanNya dan berjanji untuk tidak mengulangi hal serupa di kemudian hari. Allah berfirman:
Maka barang siapa bertaubat setelah melakukan kejahatan dan memperbaiki diri, sesungguhnya Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Surat Al-Ma’idah: 39)

Taubat sebaiknya jangan di tunda-tunda, apabila anda melakukan dosa pada detik itu, maka detik itu juga anda harus bertaubat dengan mengucapkan istighfar. Sesuai dengan sabda Nabi Muhamad saw sebagai berikut :
Dari Abu Hurairah ra. Berkata : “Saya mendengar Rasulullah saw. Bersabda : Demi Allah, sesungguhnya saya membaca istigfar dan bertaubat kepada-Nya lebih dari tujuh puluh kali setiap harinya” (Riwayat Bukhari).

Dosa secara umum yaitu ada dua macam, dosa kecil dan dosa besar, semua itu pasti akan di ampuni dosanya oleh Allah kecuali dosa musyrik (menyekutukan Allah). Sebelum membahas tentang tata cara bertaubat dengan benar maka anda harus tahu dulu pemahaman tentang dosa itu sendiri.

Pembagian dosa dan cara bertaubatnya menurut islam
Menurut para ulama taubat dari perbuatan dosa adalah wajib, adapun dosa di bagi menjadi dua bagian yaitu seperti :
Yang pertama adalah : apabila perbutan dosa itu tidak menyangkut sesama manusia hanya dosa antara seseorang dengan Allah Ta’ala, maka taubatnya orang tersebut harus memenuhi tiga cara sebagai berikut :
  • Menghentikan perbuatan dosa itu.
  • Menyesal atas perbuatanya itu.
  • berketepatan hati untuk tidak mengulangi lagi perbuatan dosa itu selama-lamanya.
Apabila tidak memenuhi tiga persyaratan itu maka tidak akan di terima taubatnya.

Yang kedua adalah : apabila perbuatan dosa itu menyangkut dengan sesama manusia maka harus memenuhi empat syarat yaitu :
  • Menghentikan perbuatan itu.
  • Menyesal atas perbuatan itu.
  • Tidak mengulanginya selama-lamanya.
  • Harus menyelesaikan urusanya itu kepada yang bersangkutan.
Jika itu ada kaitanya dengan harta atau barang, maka ia harus mengembalikanya harta atau barang tersebut.
Jika itu ada kaitanya dengan sumpah, tuduhan dan yang serupa maka ia harus minta maaf.
Jika itu ada kaitanya dengan umpat-mengumpat maka ia harus minta di halalkanya.
Bila ia bertaubat hanya dari sebagian dosa saja maka yang di ampuni juga hanya sebagian dari dosanya saja dan dosa yang lain masih tetap (belum di ampuni).

Bagi anda yang belum melaksanakan pertaubatan maka selama itu pula dosa anda terus berjalan bahkan bertambah berat, karena bertaubat merupakan kewajiban yang segera anda harus kerjakan dan hukumnya fardlu ‘ain bagi setiap orang. Hidup ini kapan akan berakhir dan kapan akan mati semuanya tidak ada yang tahu kecuali hanya Allah swt. Maka janganlah menunda-nunda bertaubat selagi masih hidup dan Allah memberi kesempatan untuk anda supaya bertaubat.

Jangan sampai kematian datang kepada anda dan anda baru mulai bertaubat, karena kematian adalah batas akhir taubat anda, setelah mati semua pintu taubat tertutup dan siap menerima balasan amal perbuatan masing-masing. Ketahuilah dan yakinlah, percayalah seandainya Allah menampakan wujud dosa itu seperti apa kepada anda, pastilah kamu akan takut dan bersujud selamanya.

Begitu juga sebaliknya jika Allah menampakan pahala itu seperti apa, maka kamu akan sujud kepada Allah selama-lamanya. Lantas kenapa Allah tidak menampakan keduanya ? yaitu supaya kamu mau bertaubat dengan keyakinanmu. Sebagaimana Firman Allah SWT.
“Bertaubatlah kamu semuanya kepada Allah wahai orang-orang yang beriman agar kamu sekalian berbahagia” (Q.Surat An-Nur 24 : 31)

Penuhilah Syarat Diterimanya Taubat
Berdasarkan penjelasan Ibnu Katsir di atas, syarat taubat yang mesti dipenuhi oleh seseorang yang ingin bertaubat dapat dirinci secara lebih lengkap sebagai berikut:
  1. Taubat dilakukan dengan ikhlas, bukan karena makhluk atau untuk tujuan duniawi.
  2. Menyesali dosa yang telah dilakukan dahulu sehingga ia pun tidak ingin mengulanginya kembali. Sebagaimana dikatakan oleh Malik bin Dinar, “Menangisi dosa-dosa itu akan menghapuskan dosa-dosa sebagaimana angin mengeringkan daun yang basah.” ‘Umar, ‘Ali dan Ibnu Mas’ud mengatakan bahwa taubat adalah dengan menyesal.
  3. Tidak terus menerus dalam berbuat dosa saat ini. Maksudnya, apabila ia melakukan keharaman, maka ia segera tinggalkan dan apabila ia meninggalkan suatu yang wajib, maka ia kembali menunaikannya. Dan jika berkaitan dengan hak manusia, maka ia segera menunaikannya atau meminta maaf.
  4. Bertekad untuk tidak mengulangi dosa tersebut di masa akan datang karena jika seseorang masih bertekad untuk mengulanginya maka itu pertanda bahwa ia tidak benci pada maksiat. Hal ini sebagaimana tafsiran sebagian ulama yang menafsirkan taubat adalah bertekad untuk tidak mengulanginya lagi.
  5. Taubat dilakukan pada waktu diterimanya taubat yaitu sebelum datang ajal atau sebelum matahari terbit dari arah barat. Jika dilakukan setelah itu, maka taubat tersebut tidak lagi diterima.
Bacalah Do’a Ampunan Versi Abu Bakr
Do’a yang bisa diamalkan adalah do’a meminta ampunan yang diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada Abu Bakr Ash Shiddiq radhiyallahu ‘anhu. Dari Abu Bakr Ash Shiddiq, beliau berkata kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

عَلِّمْنِى دُعَاءً أَدْعُو بِهِ فِى صَلاَتِى . قَالَ « قُلِ :اللَّهُمَّ إِنِّى ظَلَمْتُ نَفْسِى ظُلْمًا كَثِيرًا وَلاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ ، فَاغْفِرْ لِى مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ ، وَارْحَمْنِى إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ »
“Ajarkanlah aku suatu do’a yang bisa aku panjatkan saat shalat!” Maka Beliau pun berkata, “Bacalah: ‘ALLAHUMMA INNII ZHOLAMTU NAFSII ZHULMAN KATSIIRAN WA LAA YAGHFIRUDZ DZUNUUBA ILLAA ANTA FAGHFIRLII MAGHFIRATAN MIN ‘INDIKA WARHAMNII INNAKA ANTAL GHAFUURUR RAHIIM (Ya Allah, sungguh aku telah menzhalimi diriku sendiri dengan kezhaliman yang banyak, sedangkan tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau. Maka itu ampunilah aku dengan suatu pengampunan dari sisi-Mu, dan rahmatilah aku. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang) ‘.” (HR. Bukhari no. 834 dan Muslim no. 2705)

Lakukan Shalat Taubat
Shalat taubat adalah shalat yang dianjurkan berdasarkan kesepakatan empat madzhab. Hal ini berdasarkan hadits,

« مَا مِنْ عَبْدٍ يُذْنِبُ ذَنْبًا فَيُحْسِنُ الطُّهُورَ ثُمَّ يَقُومُ فَيُصَلِّى رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ يَسْتَغْفِرُ اللَّهَ إِلاَّ غَفَرَ اللَّهُ لَهُ ». ثُمَّ قَرَأَ هَذِهِ الآيَةَ (وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ) إِلَى آخِرِ الآيَةِ
“Tidaklah seorang hamba melakukan dosa kemudian ia bersuci dengan baik, kemudian berdiri untuk melakukan shalat dua raka’at kemudian meminta ampun kepada Allah, kecuali Allah akan mengampuninya.” Kemudian beliau membaca ayat ini: “Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.[10]” (HR. Tirmidzi no. 406, Abu Daud no. 1521, Ibnu Majah no. 1395. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Shalat taubat ini bisa cukup dengan dua raka’at dan cukup niat dalam hati, tanpa perlu melafazhkan niat tertentu.

Berbagai Keutamaan Taubat
Pada hakikatnya taubat itulah isi ajaran Islam dan fase-fase persinggahan iman. Setiap insan selalu membutuhkannya dalam menjalani setiap tahapan kehidupan. Maka orang yang benar-benar berbahagia ialah yang menjadikan taubat sebagai sahabat dekat dalam perjalanannya menuju Allah dan negeri akhirat. Sedangkan orang yang binasa adalah yang menelantarkan dan mencampakkan taubat di belakang punggungnya. 

Beberapa di antara keutamaan taubat ialah:
  1. Taubat adalah sebab untuk meraih kecintaan Allah ‘azza wa jalla.
  2. Taubat merupakan sebab keberuntungan.
  3. Taubat menjadi sebab diterimanya amal-amal hamba dan turunnya ampunan atas kesalahan-kesalahannya.
  4. Taubat merupakan sebab masuk surga dan keselamatan dari siksa neraka.
  5. Taubat adalah sebab mendapatkan ampunan dan rahmat.
  6. Taubat merupakan sebab berbagai kejelekan diganti dengan berbagai kebaikan.
  7. Taubat menjadi sebab untuk meraih segala macam kebaikan.
  8. Taubat adalah sebab untuk menggapai keimanan dan pahala yang besar.
  9. Taubat merupakan sebab turunnya barakah dari atas langit serta bertambahnya kekuatan.
  10. Keutamaan taubat yang lain adalah menjadi sebab malaikat mendoakan orang-orang yang bertaubat.
  11. Keutamaan taubat yang lain adalah ia termasuk ketaatan kepada kehendak Allah ‘azza wa jalla.
  12. Keutamaan taubat yang lain adalah Allah bergembira dengan sebab hal itu.
  13. Taubat juga menjadi sebab hati menjadi bersinar dan bercahaya.
Oleh karena itu, saudaraku yang kucintai…
Sudah sepantasnya setiap orang yang berakal untuk bersegera menggapai keutamaan dan memetik buah memikat yang dihasilkan oleh ketulusan taubat itu…

Artikel Terkait

loading...