Alasan Setan Menyukai Kamar Mandi dan Menggoda Manusia Berlama-lama

Halo sahabat semua hari ini postingan saya mengenai  Alasan Setan Menyukai Kamar Mandi dan Menggoda Manusia Berlama-lama banyak teman atau ...

Bagaimana Cara Mata Melihat Menurut Kajian Islam?


Tahukah kamu caranya mata bisa melihat? Mata bisa melihat benda karena adanya cahaya yang dipantulkan oleh benda tersebut ke mata. Jika tidak ada cahaya yang dipantulkan benda, maka mata tidak bisa melihat benda tersebut.

Allah mengeluarkanmu dari perut ibumu tanpa mengetahui sesuatu apapun, dan Dia memberimu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur. (Surat An-Nahl: 78)

Proses penglihatan terjadi secara bertahap. Benda-benda di luar mata mengirimkan cahaya masuk dalam mata dengan menembus kornea, aqueous humor, melalui pupil, lensa kristanila, vitreous humor setelah mengalami beberapa kali pembiasan, sampailah pada retina (sebagai layar penangkap bayangan, bayangan pada retina terbalik dan lebih kecil) bayangan tersebut dikirim ke pusat penglihatan (otak) melalui saraf optik di otak (lobus opticus), bayangan tersebut diartikan kita dapat melihat benda tersebut.

Menurut Kajian Islam proses saat mata melihat benda yaitu kumpulan cahaya (foton) bergerak dari benda menuju mata. Cahaya ini menembus lensa mata yang selanjutnya membiaskannya dan menjatuhkannya secara terbalik di retina mata bagian belakang mata. Sinar yang jatuh di retina mata ini di ubah menjadi sinyal-sinyal listrik dan diteruskan oleh syaraf-syaraf neuron ke sebuah bintik kecil di bagian belakang otak yang disebut pusat penglihatan. Di dalam pusat penglihatan inilah, sinyal listrik ini diterima sebagai sebuah bayangan setelah mengalami sederetan proses. Dalam bintik kecil inilah sebenarnya penglihatan terjadi, di bagian belakang otak yang sama sekali gelap dan terlindung dari cahaya.

Saat mengatakan “kita melihat”, sebenarnya kita hanya melihat efek-efek impuls yang sampai ke mata kita dan diteruskan ke otak kita setelah diubah menjadi sinyal-sinyal listrik. Jadi, saat kita mengatakan “kita melihat”, sebenarnya kita hanya melihat sinyal-sinyal listrik di dalam otak kita.

Buku yang sedang Anda baca serta pemandangan yang terbentang di kaki langit termuat dalam ruang kecil di dalam otak ini. Hal yang serupa terjadi dengan persepsi lain yang Anda tangkap melalui keempat indra lainnya.
loading...

Artikel Terkait

loading...
loading...