Makan Dan Minum Dengan Tangan Kiri Adalah Cara Setan

Ya, banyak kaum Muslim yang tak memperhatikan cara makan dan minum secara baik dan benar. Pernahkah Anda ditegur saat makan atau minum memakai tangan kiri?

Bila pernah, Anda yang belum paham pasti akan heran dan bertanya-tanya. Kenapa dilarang dan apa alasannya? Mungkin salah satu alasannya adalah karena alasan kesopanan dan etika. Oleh sebab itu, pentingnya pendidikan kesehatan dan pendidikan agama diterapkan sejak dini, termasuk tentang etika makan dan minum.

Makan dan minum adalah aktifitas harian setiap makhluk hidup, khususnya manusia. Tidak ada satupun manusia yang terbebas dari makan dan minum melainkan mereka pasti membutuhkannya. Jadi makan dan minum adalah merupakan bahagian terpenting dari mereka. Di dalam Islam, makan dan minum adalah termasuk dari kegiatan manusia yang banyak disebutkan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala dan Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam. Islam telah menerangkan berbagai hal tentang kegiatan tersebut, dari cara mencarinya, jenis makanan atau minuman yang dihalalkan dan yang diharamkan untuk dimakan atau diminum, memilih makanan atau minuman yang baik untuk diri mereka, cara makan dan minum yang disyariatkan dan lain sebagainya.

Para ulama telah banyak memuat tentang masalah ini dan memasukkan dalam pembahasan adab, yaitu adab makan dan minum. Dan termasuk dari perkara yang sangat penting adalah makan dan minum dari sesuatu yang dihalalkan oleh Allah ta’ala dan Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam. Hal ini sebagaimana telah diperintahkan di dalam dalil-dalil berikut ini,

يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

“Wahai manusia, makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa-apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah Setan, karena sesungguhnya Setan itu adalah musuh yang nyata bagi kalian”. [QS al-Baqarah/ 2: 168].

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ وَاشْكُرُوا لِلَّهِ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, makanlah dari rezeki yang baik-baik dari apa yang Kami anugrahkan kepada kalian dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kalian mengabdikan diri kepada-Nya”. [QS al-Baqarah/ 2: 172].

Oleh karena itu disini akan dibahas sedikit tentang adab dan etika di dalam makan makanan dan minum minuman sesuai dengan dalil-dalil yang sharih lagi shahih.
Dalam Shahih Muslim disebutkan sebuah riwayat,

« إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَأْكُلْ بِيَمِينِهِ وَإِذَا شَرِبَ فَلْيَشْرَبْ بِيَمِينِهِ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَأْكُلُ بِشِمَالِهِ وَيَشْرَبُ بِشِمَالِهِ ».

"Jika seseorang di antara kalian makan, maka hendaknya dia makan dengan tangan kanannya. Jika minum maka hendaknya juga minum dengan tangan kanannya, karena setan makan dengan tangan kirinya dan minum dengan tangan kirinya pula". (HR. Muslim no. 2020, Bab Adab Makan-Minum dan Hukumnya).

Benarkah setan makan dengan tangan kiri dan minum dengan tangan kiri?
Setan memang makan dengan tangan kiri. Hal ini dibuktikan dalam Shahih Muslim disebutkan sebuah riwayat,

« إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَأْكُلْ بِيَمِينِهِ وَإِذَا شَرِبَ فَلْيَشْرَبْ بِيَمِينِهِ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَأْكُلُ بِشِمَالِهِ وَيَشْرَبُ بِشِمَالِهِ ».
“Jika seseorang di antara kalian makan, maka hendaknya dia makan dengan tangan kanannya. Jika minum maka hendaknya juga minum dengan tangan kanannya, karena setan makan dengan tangan kirinya dan minum dengan tangan kirinya pula.” (HR. Muslim no. 2020)

Dari hadits di atas sangat jelas ditunjukkan bahwa setan makan dengan tangan kiri. Berbeda dengan kita umat muslim yang dianjurkan untuk makan dengan tangan kanan. Nabi Muhammad SAW mengajurkan untuk makan dengan tangan kanan Hal ini sebagaimana Hadits Riwayat Muslim :

أَنَّ رَجُلاً أَكَلَ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- بِشِمَالِهِ فَقَالَ « كُلْ بِيَمِينِكَ ». قَالَ لاَ أَسْتَطِيعُ قَالَ « لاَ اسْتَطَعْتَ ». مَا مَنَعَهُ إِلاَّ الْكِبْرُ. قَالَ فَمَا رَفَعَهَا إِلَى فِيهِ.

“Ada seorang laki-laki makan di samping Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan tangan kirinya. Lalu Rasulullah bersabda, ‘Makanlah dengan tangan kananmu!’ Dia malah menjawab, ‘Aku tidak bisa.’ Beliau bersabda, ‘Benarkah kamu tidak bisa?’ -dia menolaknya karena sombong-. Setelah itu tangannya tidak bisa sampai ke mulutnya.” (HR. Muslim no. 2021)

Makanlah dengan tangan kanan dan makan makanan yang ada didekatmu
Sebagaimana dalam hadits yang muttafaqun ‘alaih,

يَا غُلاَمُ سَمِّ اللَّهَ ، وَكُلْ بِيَمِينِكَ وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ

“Wahai anak, sebutlah nama Allah, dan makanlah dengan tangan kananmu, serta makanlah yang ada di hadapanmu.” (HR. Bukhari no. 5376)

Umar bin Abi Salamah meriwayatkan, “Suatu hari aku makan bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan aku mengambil daging yang berada di pinggir nampan, lantas Nabi bersabda, “Makanlah makanan yang berada di dekatmu.” (HR. Muslim, no. 2022)

Hendaknya kita mengambil makanan yang ada di dekat kita. Karena mungkin jika kita mengambil makanan yang berada dihadapan orang lain, maka orang tersebut akan merasa risih dengan sikap kita tersebut.

Contoh kecil yang terkadang sering kita abaikan

Ketika kita makan gorengan + nyeplus/gigit lombok (cabe), biasanya tangan kanan pegang gorengan, terus tangan kiri pegang cabe. Nah ketika gigit cabe terkadang dan masih banyak yang pake tangan kiri.

Nah itu perlu direnungkan !
Kira-kira yang seperti itu temasuk makan dengan tangan kiri tidak ?
Jika memasukkan makanan dengan tangan kiri, maka itu termasuk kategori makan dengan tangan kiri lho !
Yang bertangan kidal saja dilarang untuk makan dengan tangan kiri, apalagi yang tidak bertangan kidal ?!

Terkadang ketika makan pangsit bakso + kerupuk juga begitu.
Tangan kiri untuk pegang dan makan kerupuk.
Mungkin orang yang makan punya tujuan agar kerupuk tidak lembek kalau dicampur/dimasukkan ke dalam mangkuk pangsit bakso tersebut.

Kan itu bisa diakali/diganti, dan untuk menghindari larangan, bisa dijadikan 1 sama pangsit baksonya (walaupun agak lembek kerupuknya) atau kerupuknya ditaruh diatas piring atau minuman kita (ketika mau makan kerupuk diambil pakai tangan kanan, kalau sudah ditaruh diatas piring atau gelas lagi dan diulang-ulang, hehe).

Contoh lainnya, Pada makanan ala-ala barat, biasanya tangan kanan pegang pisau, terus tangan kiri pegang garpu/sendok. Terus makannya pake tangan kiri. Yang seperti ini juga sama saja memakan dengan tangan kiri.

Islam sudah ada aturan dan adap ketika hendak makan dan minum.
Bagi kebanyakan orang, mungkin perbuatan seperti ini terkadang dirasa aneh, kita bisa malu dihadapan orang lain. Walaupun begitu, makan dan minum dengan tangan kanan harus dilakukan, karena itu merupakan adab ketika makan dan minum dalam ajaran islam. 

Berbahagialah bagi orang-orang yang asing yang tetap istiqomah dalam islam. Kalian harus bangga, bangga tetap bisa menjalankan islam dengan benar ketika kebanyakan orang sudah amnesia atau tidak peduli lagi dan banyak yang mulai meninggalkan. Imam Muslim meriwayatkan di dalam Shahihnya dari jalan Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Islam datang dalam keadaan asing. Dan ia akan kembali menjadi asing sebagaimana kedatangannya. Maka beruntunglah orang-orang yang asing itu". (HR. Muslim [145] dalam Kitab al-Iman.Syarh Muslim, 1/234).

Syaikh Salim al-Hilali hafizhahullah berkata, “…tidak ada riwayat yang sah mengenai penafsiran [Nabi] tentang makna al-Ghuraba’ (orang-orang asing) selain dua tafsiran yang marfu’ yaitu :
  1. Orang-orang yang [tetap] baik tatkala masyarakat telah diliputi kerusakan.
  2. Orang-orang salih yang hidup di tengah-tengah banyak orang yang buruk [agamanya], akibatnya orang yang menentang mereka lebih banyak daripada yang mengikuti mereka".(Limadza ikhtartul manhaj salafi, hal. 55).
Bantu SHARE artikel penting ini untuk kebaikan saudara-saudari kita, yang belum paham.

Artikel Terkait