Menurutmu Dimanakah Letak Neraka Saat ini?

Terjadi silang pendapat di kalangan para ulama mengenai letak neraka saat ini. Sebagian menjelaskan, neraka terletak di bagian dalam bumi. Sebagian lagi mengatakan di langit. Kelompok yang ketiga lebih memilih untuk tawaquf (tidak berkomentar dalam masalah ini). Dan inilah yang lebih tepat. Karena tidak ada dalil yang secara eksplisit menjelaskan tempat neraka saat ini.


Pendapat Yang Mengatakan Neraka Berada di Langit dalilnya cukup kuat, berikut ini dalilnya:

Allah Subhanahu Wata’ala berfirman

وَفِي السَّمَاءِ رِزْقُكُمْ وَمَا تُوعَدُونَ (22)

"Dan di LANGIT terdapat rizqimu dan terdapat pula apa yang dijanjikan kepadamu" (QS. Adz-Dzariyat: 22).

Komentar dari Ahli tafsir:
Diriwayatkan dalam atsar oleh Ibnu Abi Nujaih, dari Mujahid Rahimahullah berkata: Itu adalah surga di langit.” (Tafsir Thabari (22/421))

Diceritakan oleh Ibnu Mundzir dan Ibnu Jarir dalam Tafsirnya mengenai riwayat atsar lain dari Mujahid Rahimahullah: [["Dan di langit terdapat rizqimu” dan “terdapat (pula) apa yang dijanjikan kepadamu"]] : Itu maksudnya adalah Surga dan Neraka. (Tafsir Thabari (22/421))

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir Ath-Thabari dalam Tafsirnya mengenai riwayat atsar dari Adh-Dhohhak bin Muzahim Rahimahullah: [["Dan di langit terdapat rizqimu” dan “terdapat (pula) apa yang dijanjikan kepadamu"]] : Itu maksudnya adalah Surga dan Neraka.

Jadi kesimpulan para ahli tafsir diatas, Yang di maksud "Dan di langit terdapat rizqimu” adalah SURGA yang di sediakan untuk tempat orang mukmin pada hari kiyamat.” dan Yang dimaksud “dilangit terdapat (pula) apa yang dijanjikan kepadamu” Yaitu NERAKA yang disediakan untuk tempat orang-orang kafir."

Hadis Nabi Muhammad SAW

Dari Hudzaifah Radhiyallahu Anhu, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallambersabda:
“Aku diberi Buroq, ia adalah binatang tunggangan yang putih, tinggi besar, (Dalam riwayat lain: Tingginya diatas keledai dan dibawah Bighol), kecepatan jalannya secepat kedipan mata, (Dalam riwayat lain: lalu akupun menungganginya), tidaklah aku bersama jibril di tunggangannya sehingga aku sampai ke Baitul Maqdis (di palestina), lalu di Baitul Maqdis dibukakanlah bagiku pintu-pintu LANGIT, dan saat itu aku melihat Surga dan Neraka. (Hadits diatas sanadnya Hasan, Hadits Riwayat Ahmad, di nilai hasan oleh Ibnu Katsir dalam Jami’ul Masanid (2/349), Al-Arna’ut dalam Tahqiq Musnad Ahmad (38/356), dan juga Syeikh Al-Albani, dalam As-Shahihah: 875)).

Dari hadits diatas menunjukkan bahwa Rasulullah melihat Surga dan Neraka di langit saat pintu-pintu langit dibuka.

Rasulullah ketika isra' mi'raj Melihat Neraka berada di atas Langit pertama (Langit dunia), dan langit dunia adalah langit yang Pertama''. Dalam hadits disebutkan:
“Dari Anas Radhiyallahu Anhu berkata: Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: “Aku mendatangi langit dunia (langit pertama) pada malam isra’ Mi’raj, lalu aku melihat disana ada (gambaran) orang-orang yang memotong-motong lidahnya dan memotong-motong bibirnya dengan gunting dari api (di neraka), Lalu aku bertanya: Wahai Jibril, Siapa mereka itu. Jibril menjawab: Mereka adalah para penceramah di kalangan umatmu, (Dalam riwayat lain: Mereka berceramah apa yang tidak mereka kerjakan, mereka membaca Kitabullah (Al-Qur’an), akan tetapi mereka tidak mau mengamalkannya.”)
(Hadits Shahih, HR. Abu Ya’la dalam Musnadnya, Al-Bazzar, Thabrani dalam Mu’jam Al-Ausat, di nilai shahih oleh Dhiya’ Al-Maqdisi, Ibnu Hibban, Al-Haitsami, dan Husain Sulaim Asad dalam Tahqiq Musnad Abu Ya’la (7/180), di sebutkan pula oleh Syeikh Al-Albani dengan sanad shahih dalam Kitabnya Isra’ Wal Mi’raj (1/54))

Dari hadits diatas, nabi menjumpai Neraka ketika berada di atas langit yang pertama. disana Allah memperlihatkan kepada Rasul-Nya tentang "gambaran-gambaran siksa" para penghuni Neraka di hari kiamat nanti, hal ini karena neraka saat ini masih kosong. Sehingga Allah hanya memperlihatkan gambaran-gambarannya, bukan hakikatnya. Adapun siksa yang hakiki ada di hari kiyamat kelak, Semoga Allah menyelamatkan kita dari siksa Neraka.

Perlu diketahui; Adapun mengenai ilmuan sekarang yang meneliti berbagai planet itu hanya di bawah langit yang pertama (langit dunia), sehingga Neraka yang diatas langit pertama tidak mampu di tembus.

Hal tersebut karena semua planet, bintang-bintang, dan galaksi adalah hiasan langit, sedangkan hiasan langit ini letaknya berada di bawah langit pertama (langit dunia). Dalilnya adalah, Firman Allah:

إِنَّا زَيَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا بِزِينَةٍ الْكَوَاكِبِ (6)-الصافات-

“Sesungguhnya Kami telah menghias langit yang dunia dengan hiasan, yaitu bintang-bintang” (QS.Ash Shofat: 6)

Ulama pakar tafsir Qotadah ibnu Di’amah As Sadusiy- mengatakan: “Sesungguhnya Allah hanyalah menciptakan bintang untuk tiga tujuan: [1] sebagai hiasan langit dunia, [2] sebagai pelempar setan, dan [3] sebagai penunjuk arah”. Wallahu Ta’ala a’lam.

Namun sebagian Ulama' berpendapat bahwa Neraka itu berada di bumi yang paling bawah. Ibn Mundih meriwayatkan dari hadis Abu Yahya al Qattat, dari Mujahid, dia berkata: “Aku bertanya kepada Ibn Abbas: Dimanakah surga itu berada? Dia menjawab: Di langit ke tujuh. Aku bertanya lagi: Dimanakah letak neraka? Dia menjawab: Di bawah lapisan laut ke tujuh.”

Ibn Mundih meriwayatkan dengan tambahan redaksi: “Jika kelak di hari kiamat, Allah akan menjadikannya dimana Dia suka. Di dalam hadis al Barra’ ibn ‘Azib, dari Rasulullah SAW mengemukakan tentang proses pencabutan ruh. Beliau bersabda mengenai pencabutan ruh orang-orang kafir: “Sampai akhirnya arwah mereka sampai di langit dunia lapis ke tujuh. Mereka memohon agar pintu langit dibukakan. Namun, Allah tidak membukakan pintu-pintu tersebut untuk mereka. Kemudian Rasulullah SAW membaca ayat: “Sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lobang jarum.” (Q.S. Al A’raaf7: 40). Rasulullah bersabda: “Allah Ta’aala berfirman: “Tulislah oleh kalian (para malaikat) kitab orang tersebut di alam sijjiiin yang terletak di lapisan bumi yang paling bawah. Lalu Nabi SAW bersabda: Kemudian ruhnya dihempaskan (ke sana).” (Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dengan perawi yang lain).

Kesimpulan
Saya tidak menjumpai keterangan semacam di atas. Yang agak serupa, terdapat pendapat neraka terdapat di bumi lapisan ke tujuh (bukan ke satu), di mana pendapat ini adalah salah satu dari sekian pendapat berbeda yang berupa:
  1. Neraka terdapat di langit, mengambil dalil hadits Hudzaifah tentang Nabi shallallahu 'alaihi wasallam sewaktu mi'raj di langit melihat surga dan neraka.
  2. Neraka terdapat di bawah bumi lapisan ke tujuh, mengambil dalil dari hadits riwayat Ibnu Abbas dan Mu'adz.
  3. Neraka terdapat di permukaan bumi tanpa diketahui lokasi persisnya, dikemukakan oleh al-Qurthubi. 
  4. Neraka pembahasannya mauquf, tidak bisa diketahui lokasinya dikarenakan semua hadits yang menyebutkan tempat neraka belum bisa dijadikan pegangan, ini adalah pendapat yang disepakati oleh banyak ulama seperti as-Suyuthi, Waliyullah ad-Dahlawi, dan Shiddiq Hasan Khan.

Artikel Terkait