Akibat Dari Terlalu Mencintai Dunia, Apakah Cirinya Ada Pada Diri Anda??

Semakin banyak Manusia sekarang yang Menginginkan Dunia sebagai tujuan hidupnya. Baik itu dalam mengejar Harta, jabatan, rumah Mewah, mobil dan lain-lain. Mereka disibukkan dengan urusan Duniawi, hingga lupa dengan siapa yang memberinya hidup, kesehatan, penglihatan, pendengaran, dan sebagainya, Mereka lupa sholat, puasa, dzikir, sodaqoh. "Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dari segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghitungnya. Sesungguhnya manusia itu sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah)." (QS. Ibrahim:34) Mereka selalu merasa kurang dan tanpa Bersyukur sedikitpun, karena yang ada difikirannya Hanya tidak mau kalah dengan yang lebih segalanya dibanding dirinya. iri, dengki,. setiap hari hanya itu yang dipikirkannya. "Dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dgn bersyukur)." (QS. Adh Dhuha:11). 


Allah SWT berfirman dalam surat Al-Hadiid, ayat 20 bahwa,
“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah sebuah permainan dan senda gurau, dan perhiasan dan bermegah-megah antara kamu, dan berbangga-bangga tentang harta dan anak-anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan petani, kemudian ia kering, maka kamu melihatnya kuning, kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat ada azab yang keras dan keampunan daripada Allah dan keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.”

Dunia dapat membuat kita lalai kepada Allah SWT, Sang Maha Pencipta. Banyak diantara umat manusia yang sibuk dengan urusan dunianya dan melupakan kewajibannya sebagai seorang hamba. Tidak sedikit yang beribadah kepada Allah SWT tetapi dengan niat untuk di puji manusia lainnya. Dan ada juga yang sibuk mengejar harta untuk kehidupannya di dunia, tanpa mengingat bekal yang harus dipersiapkan untuk di akhirat kelak. Sikap yang demikianlah yang dikatakan terlalu mencintai dunia. 

Seseorang dikatakan terlalu mencintai dunia jika ia hanya memikirkan dan mengejar kehidupan dunianya saja, kalau sudah demikian maka akan timbul berbagai penyakit hati. Semakin cinta pada dunia, maka akan semakin serakah, sombong dan tidak tahu malu. Merasa belum cukup dengan apa yang telah diberikan, sehingga akan selalu berusaha untuk dapat memenuhi keinginan hawa nafsunya. Selain itu seseorang dikatakan terlalu cinta dunia jika ia memiliki sikap takut kehilangan. Dia akan merasa takut sesuatu yang telah dimilikinya diambil oleh orang lain, entah itu harta maupun kedudukannya. Oleh sebab itu, para pecinta dunia tidak pernah merasakan ketenangan dan bahagia dalam hidupnya.

Seseorang yang terlalu mencintai dunianya, akan merasa takut dengan kematian. Disebabkan di dalam hatinya, ia merasa belum cukup dengan apa-apa yang telah dimilikinya. Tanpa pernah memikirkan sedikitpun bagaimana yang akan terjadi pada dirinya setelah kematian datang menjemput.

Berikut adalah ciri-ciri orang yang terkena penyakit al-wahn Atau Cinta Dunia;
  1. Tidak senang beribadah atau malas beribadah dan ketika beribadah dia melakukannya secara ekspres dan ingin cepat-cepat selesai. Lebih express lagi jika kesibukannya dengan urusan dunia menyebabkan dia lalai bahkan berani meninggalkan ibadah kepada Allah.
  2. Bakhil kerana khuatir jika akan bersedekah nanti akan mengurangi hartanya. Jika dia bersedekahpun dia masih mengharapkan kepentingan diri, publisiti serta populariti.
  3. Suka berdusta walaupun mengaku amanah.
  4. Khianat atau mungkir janji.
  5. Pengecut menyatakan kebenaran lebih teruk lagi jika dia berani mengorbankan agama dan imannya demi mendapatkan kenikmatan dunia.
  6. Tidak mahu beramar ma’ruf dan nahi munkar.
  7. Bermegah-megah dan berbangga dengan apa yang dimilikinya dan mengejek-ejek orang yang tidak mampu sepertinya.
Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Tsauban ra, Rasulullah SAW bersabda,
“Hampir terjadi keadaan yang mana umat-umat lain akan mengerumuni kalian bagai orang-orang yang sedang makan mengerumuni makanannya.” Lalu salah sahabat bertanya, “Apakah karena sedikitnya kami ketika itu?” Rasulullah SAW pun menjawab, “Bahkan pada saat itu kalian banyak jumlahnya, akan tetapi kalian bagaikan ghutsa’ (buih kotor yang terbawa air saat banjir). Dan pasti Allah akan mencabut rasa segan yang ada di dalam dada-dada musuh kalian, kemudian Allah campakkan kepada kalian rasa wahn.” Sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah Wahn itu ?” Beliau berkata, “Cinta dunia dan takut mati.” (HR. Abu Daud)

Alkisah Perjalanan Nabi ISA AS
Suatu ketika Nabi Isa AS sedang berjalan bersama para sahabat dan penolong beliau, kaum hawariyyun yang jumlahnya duabelas orang, untuk berdakwah dari satu tempat ke tempat lainnya. Mereka memasuki suatu desa yang tampak kosong, tetapi anehnya para penduduknya meninggal bergelimpangan di jalan-jalan dan di halaman rumahnya. Nabi Isa berkata, “Wahai para hawariku, sesungguhnya orang-orang ini meninggal karena kemarahan (Allah). Seandainya tidak karena hal itu, tentulah mereka masih sempat untuk saling menguburkan satu sama lainnya!!”

Kaum hawariyyun itu berkata, “Wahai kekasih Allah, kami ingin mengetahui cerita tentang mereka ini!!”

Nabi Isa AS berdoa kepada Allah agar diberitahukan kisah penduduk desa tersebut, maka Allah menurunkan wahyu kepada beliau, “Apabila waktu malam telah tiba, panggillah mereka, niscaya mereka akan memenuhi panggilanmu!!”

Pada malam harinya, diikuti para hawariyyun, Nabi Isa naik di tempat yang agak tinggi kemudian beliau berseru, “Wahai penduduk desa!!”

Dan suatu mu’jizat yang memang dianugerahkan Allah kepada Nabi Isa, muncullah dari arah kegelapan desa itu seseorang yang berkata, “Kami memenuhi panggilanmu, wahai kekasih Allah!!”

Setelah orang itu mendekat, Nabi Isa berkata, “Bagaimana keadaanmu, dan bagaimana pula kisahmu??”

Orang itu berkata, “Kami bermalam dalam keadaan sehat wal afiat, tetapi kami bangun pagi-pagi dalam neraka hawiyah!!”

“Bagaimana hal itu bisa terjadi??” Tanya Nabi Isa.

Orang itu menjelaskan, “Semua itu karena kami terlalu mencintai dunia, dan kami patuh kepada orang-orang yang suka berbuat maksiat (ahlul ma’siyah) !!”

Nabi Isa bertanya lagi, “Bagaimana kecintaanmu terhadap dunia??”

Orang itu berkata, “Kami, para penduduk desa ini mencintai dunia sebagaimana seorang anak kecil mencintai ibunya. Jika dunia itu (yakni harta benda duniawiah) datang, kami merasa sangat gembira. Tetapi jika dunia itu tidak ada, maka kami sedih dan menangis karenanya!!”

Nabi Isa bertanya, “Bagaimana keadaan teman-temanmu? Mengapa ia tidak hadir memenuhi panggilanku?”

Orang itu berkata lagi, “Karena mereka dikendalikan dengan kendali api neraka, di tangan para malaikat yang kasar dan keras!!”

“Tetapi bagaimana engkau bisa menjawab panggilanku dan hadir di sini, sedang engkau ada di antara mereka?” Tanya Nabi Isa lagi.

Orang itu berkata, “Saya memang berada di antara mereka, tetapi saya tidak termasuk di antara mereka (maksudnya, tidak termasuk yang terlalu mencintai dunia, dan mematuhi orang yang suka berbuat maksiat). Ketika siksaan Allah itu turun kepada mereka, siksaan itu menimpa saya juga. Karena itu saya hanya tergantung di tepian neraka, tidak sampai terjatuh ke dalamnya. Tetapi saya tidak tahu, apakah saya akan selamat atau akhirnya akan jatuh juga ke dalam neraka?? Dan Allah mengijinkan saya untuk datang ke sini ketika engkau memanggil kami!!”

Nabi Isa mengucapkan terima kasih atas penjelasannya, kemudian ia berlalu dan menghilang lagi di kegelapan desanya. Setelah itu Nabi Isa bersabda kepada para hawariyyun, “Sungguh, makan sepotong roti sya’ir (roti yang kasar dan berkualitas rendah), memakai pakaian bulu hitam (pakaian yang sangat sederhana saat itu), dan tidur di dekat tempat sampah itu lebih banyak membawa keselamatan dunia dan akhirat!!”

Akibat Terlalu Memikirkan Dan Mencintai Dunia
Ketika seseorang terlalu sibuk dalam mengejar kehidupan dunianya sehingga lalai melaksanakan kewajibannya, maka yang akan tertanam empat penyakit di dalam dirinya. Ke empat penyakit itu adalah :
1. Selalu merasa kebingunan yang tidak ada putusnya
2. Selalu merasakan kesibukan yang tanpa ada ujungnya
3. Selalu merasa semua kebutuhannya tidak pernah terpenuhi
4. Menyadari bahwa semua keinginannya tidak pernah tercapai

Hal ini sesuai dengan yang pernah Rasulullah SAW katakan tentang empat penyakit yang ada dalam diri seseorang yang terlalu mencintainya dunianya. 

Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang bangun di pagi hari dan hanya (harta) dunia yang dipikirkannya, sehingga seolah-olah ia tidak melihat hak Allah dalam dirinya maka Allah akan menanamkan empat penyakit dalam dirinya, yaitu : kebingungan yang tidak ada putus-putusnya, kesibukan yang tidak pernah ada ujungnya, kebutuhan yang tidak pernah terpenuhi, dan keinginan yang sulit dicapai.”(HR. Imam Thabrani)

Semoga kita semua bukan termasuk orang-orang yang terlalu mencintai Dunia saja... Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. semoga bermanfaat.
loading...

Artikel Terkait

Amalan Ibadah Yang Harus Dilakukan Seorang Muslim Selama Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan bagi umat muslim seluruh dunia merupakan bulan penuh berkah, hikmah dan ampunan, karena berbagai amal perbuatan dapat menjad...

MY ARTIKEL