Cara Mendapatkan Rejeki Yang Tak Terduga Dengan Mudah

Rezeki semacam ini adalah salah satu indikator ketakwaan seseorang. Maksudnya? Dalam Al Quran Allah SWT berfirman bahwa barang siapa yang bertakwa kepada Allah, maka ia akan diberi jalan keluar dan Allah memberinya rezeki yang tidak disangka-sangka.

Banyak hal yang bisa membuat seseorang mendapatkan keajaiban. Banyak hal bisa membuat seseorang mendapatkan rezeki tak terkira, rezeki yang tidak disangka-sangka. Secara naluri, untuk mendapatkan rezeki itu kita harus berusaha. Salah satunya bekerja. Baik sebagai karyawan maupun sebagai pengusaha.

Ular dan burung saja dijamin rezekinya, apalagi manusia. Apalagi orang beriman. Apalagi orang beramal. Namun itu bukanlah alasan bagi kita untuk bermalas-malasan. Tetaplah bekerja keras. Ketika hati berada di zona yang positif (good mood), itu akan lebih mudah menarik rezeki yang tidak disangka-sangka. 

Pekerjaan seperti dimudahkan. Atasan dan bawahan tidak sesulit yang dibayangkan. Urusan-urusan kelar lebih cepat daripada yang diperkirakan. Anda pernah mengalaminya?

Shamsi Ali pernah berkisah tentang pengalamannya, yang dulu cuma anak kampung di Sulawesi Selatan, tahu-tahu sekarang menjadi imam di ‘ibu kota dunia’ yakni New York. Itu adalah rezeki yang tidak disangka-sangka. 

Imam yang sangat dekat dengan Jusuf Kalla, Michael Bloomberg, dan Bill Clinton ini lalu menggunakan posisinya ini untuk membangun dialog demi dialog dengan berbagai kalangan. Termasuk di gedung PBB. Dan pelan-pelan masyarakat Barat mulai mengenal Islam yang salah satu wasilahnya melalui Shamsi Ali.

Menjemput rizki dari Allah SWT adalah kewajiban setiap makhluk. Berikut ini ada 4 cara Allah SWT memberi rezeki kepada makhluk-Nya:

1.Tingkat rezeki pertama, yaitu yang dijamin oleh Allah
"Tidak suatu binatangpun (termasuk manusia) yg bergerak di atas bumi ini yg tdk dijamin oleh Allah rezekinya."(QS. Hud: 6). Artinya Allah akan memberikan kesehatan, makan, minum untuk seluruh makhluk hidup di dunia ini. Ini adalah rezeki dasar yang terendah.

2.Tingkat rezeki kedua, yaitu yang didapat sesuai dengan apa yang diusahakan
"Tidaklah manusia mendapat apa-apa kecuali apa yang telah dikerjakannya" (QS. An-Najm: 39).
Allah akan memberikan rezeki sesuai dengan apa yang dikerjakannya. Jika ia bekerja dua jam, dapatlah hasil yang dua jam. Jika kerja lebih lama, lebih rajin, lebih berilmu, lebih sungguh-sungguh, ia akan mendapat lebih banyak. Tidak pandang dia itu muslim atau kafir.

3.Tingkat rezeki ketiga, yaitu rezeki lebih bagi orang-orang yang pandai bersyukur
“... Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih." (QS. Ibrahim: 7)

Inilah rezeki yang disayang Allah. Orang-orang yang pandai bersyukur akan dapat merasakan kasih sayang Allah & mendapat rezeki yang lebih banyak. Itulah Janji Allah! Orang yang pandai bersyukurlah yang dapat hidup bahagia, sejahtera & tentram. Usahanya akan sangat sukses, karena Allah tambahkan selalu.

4.Tingkat rezeki keempat, yaitu rezeki istimewa dari arah yang tidak disangka-sangka bagi orang-orang yang bertakwa dan bertawakal pada Allah SWT
".... Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (QS.Ath-Thalaq:2-3)

Peringkat rezeki yang ke empat ini adalah rezeki yang istimewa, tidak semua orang bisa meraihnya. Rezeki ini akan Allah berikan dari arah yang tidak disangka-sangka. Mungkin disaat seseorang berada dalam kondisi sangat sangat membutuhkan. Atau bisa juga datang disaat . Rezeki ini akan diberikan Allah kepada hamba-Nya yang bertakwa. Allah SWT berikan rezeki ini karena kecintaan Allah SWT kepadanya.

Dalam Hal cara Menjemput rezeki dari Allah yang tak terduga maupun yang sudah jelas, kita juga harus memperhatikan adab yang benar dalam mencari dan menjemput rezeki dari allah ta’ala agar apa yang kita peroleh dan kita masukan kedalam perut bukan termasuk rezeki yang haram atau disebutkan juga memasukan api kedalam perut.

Berikut ini ada lima cara menjemput rezeki dari Allah yang tidak disangka-sangka agar bisa memperolehnya dengan cara yang halal dan dimudahkan jalannya:

1. Menjemput Rezeki dengan Rajin Mengucapkan Istighfar
Kita semua tahu bahwa salah satu penghalang rezeki kita adalah karena dosa yang kita lakukan, namun demikian Allah juga maha Pengasih dan penyang seluruh HambaNYA, maka dari itu ketika suatu saat kita khilaf melakukan kesalahan segealah mengucap Istighfar sebanyak – banyaknya kepada Allah Sang Maha Pemberi Rezeki.

Firman Allah Ta’ala:
“Hai manusia, ingatlah akan nikmat Allah kepadamu. Adakah Pencipta selain Allah yang dapat memberikan rezki kepada kamu dari langit dan bumi?” (QS. Fathir: 3)

“Katakanlah: “Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan dari bumi?” Katakanlah: “Allah.” (QS. Saba’: 24)

“Maka Aku berkata (kepada mereka), Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Mahapengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat dan membanyakkan harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula didalamnya) untukmu sungai-sungai. (QS. NUH: 10-12).

Firman allah ta’ala diatas pun dipertegas dengan sabda Nabi Muhammad Sholullahu’alaiwassallam:

“Barang siapa memperbanyak Istighfar maka Allah akan membebaskannya dari kedukaan, dan memberinya jalan keluar bagi kesempitannya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak diduga-duga”. (Riwayat Abu Dawud).

Rajin melakukan Istighfar bukan hanya dalam keadaan Susah ataupun sempit saja, melainkan ketika lapang maupun sempit istighfar sebaiknya kita kerjakan sebagai manusia yang lemah dihadapan Allah, karena itu meraih hidup kaya dengan istighfar bukanlah hal yang tak mungkin terjadi.

2. Bertakwa Kepada Allah Dimanapun Berada.
Janji Allah tentang rezeki tidak akan mungkin diingkari Oleh-NYA selama seorang Hamba hanya memohon Pertolongan kepada Allah.

Al Imam Ibnu Taimiyah Rahimahullah memberikan kita penjelasan menarik mengenai pengertian takwa. Beliau rahimahullah berkata, “Takwa adalah seseorang beramal ketaatan pada Allah atas cahaya (petunjuk) dari Allah karena mengharap rahmat-Nya dan ia meninggalkan maksiat karena cahaya (petunjuk) dari Allah karena takut akan siksa-Nya. Tidaklah seseorang dikatakan mendekatkan diri pada Allah selain dengan menjalankan kewajiban yang Allah tetapkan dan menunaikan hal-hal yang sunnah.”

Nabi Sholullahu’alaiwassalam Bersabda dalam Hadist Qudsi:
“Tidaklah seorang hamba mendekatkan diri pada-Ku dengan amalan wajib yang Aku cintai. Dan hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri pada-Ku dengan amalan sunnah hingga Aku mencintainya.” Inilah hadits shahih yang disebut dengan hadits qudsi diriwayatkan oleh Imam Bukhari.” (Al Majmu’ Al Fatawa, 10: 433)

Artinya Apabila Seorang Muslim tidak menjalankan perintah Allah, terus melakukan maksiat dan enggan bertaubat, maka ia tidak masuk kriteria orang yang bertakwa, apalagi jika ia adalah pelaku kesyirikan yang biasa melariskan tradisi syirik. Yang terakhir ini sangat jauh dari sifat takwa.

Bertaqwa kepada Allah dalam setiap situasi, karena orang yang bertaqwa akan selalu merasa diawasi oleh Allah Ta’ala.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Takwa itu terletak di sini”, sambil beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menunjuk ke dada/hati beliau tiga kali. – Hadist Riwayat Muslim (no. 2564).

Dengan Taqwa Akan menghalangi seseorang untuk berbuat hal – hal yang menympang dari Syari’at, ia tidak akan menghallalkan segara Cara baik koupsi dan sebagainya.

Firman Allah Ta’ala:
“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwan dari kamulah yang dapat mencapainya.” (Qs. al-Hajj: 32).

Dengan bertakwa kepada Allah juga akan mempermudah anda untuk diberikan jalan keluar dari setiap permasalahan anda, dan mendatangkan rezeki yang berkah.Inilah Janji Allah Tentang Rezeki yang dimudahkan kepada seluruh Umat manusia, maka bertakwalah dengan sebenar-benarnya agar impian kita dapat dengan mudah terwuju.

Firman Allah Ta’ala:
“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu”. (QS. At-Thalaq: 2-3).

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam membacakan ayat di atas kepada Abu Dzar Radhiyallahu anhu dan bersabda kepadanya, “Seandainya seluruh manusia mengambil ayat ini maka cukup atas mereka” – Lihat: Tafsiir Ibni Katsiir (VIII/146).

3. Rajin Bersilaturahmi
Tentukan kata Silaturahmi sudah sangat familiar, walaupun terkadang diartikan sebagai berkunjung kepada kerabat dekat atau orang yang sudah dikenal, pemahaman ini tidaklah salah. Namun, arti sebenarnya dari Silatuhim adalah menyambung tali hubungan yang terputus.

Silaturahim Diambil dari dua kata:
Silat berati menyambungkan,
Ar-rahiim berarti kasih sayang.

Contoh, Apabila ada seseorang yang tidak suka dengan kita atau tidak ingin lagi bertemu dengan Kita, kemudian Kita terlebih dahulu datang kepadanya, maka inilah makna dari silaturrahiim yang sesungguhnya.

Percayalah bahwasanya Jalan Silaturahmi merupakan kiat untuk menjemput reziki, karena Nabi Muhammad Sholullahu’alaiwassalam pernah bersabda:

“Ketahuilah orang yang ada hubungan nasab denganmu yang engkau harus menyambung hubungan kekerabatan dengannya. Karena sesungguhnya silaturrahim menumbuhkan kecintaan dalam keluarga, memperbanyak harta dan memperpanjang umur.” (HR. Ahmad dishahihkan al-Albani).

4. Menjemput Rezeki dengan Rajin Berinfaq, Shodaqoh, Memberi dengan iklas
Tidaklah sama Arti Infaq dengan Zakat. Infaq tidak ada penentuan dalam hal jumlah artinya kita bisa dengan bebas memberi berapapun nilainya kepada siapapun sesama muslim, karena berinfaq kepada selain muslim tidak akan ada arti apa – apa kecuali kebaikan.

Dalam Hal berinfaq kita dianjurkan untuk melakukannya keada orang terdekat dalam keluarga kita terlebih dahulu baru kepada tetangga dan seterusnya.

Kepada Siapa Kita Berinfaq terlebih dahulu?

Jawabanya sangatlah jelas ada dalam Firman Allah Ta’ala berikut:
“Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan.” Dan apa saja kebaikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya” (QS.Al Baqarah 215).

Firman Allah Ta’ala:
Katakanlah: “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)”. Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.” (QS. Saba’: 39).

5. Menjemput Rezeki Dengan Syukur
Kasih Sayang Allah سبحانه و تعالى maha Luas, tidak sedikitpun makhluk-NYA yang ada dimuka Bumi ini luput dari pengawasannya serta pasti akan diberikan Rezekinya masing – masing.

Begitu besar kasih Sayang Allah hingga Orang diluar islam sekalipun ia berikan Rezeki walaupun apa yang mereka punya didunia ini kelak akan menjadi hujjah dan ancaman bagi mereka karena tidak menyembah Allah سبحانه و تعالى

Percayalah Rezeki Kita tidak akan tertukar dengan siapapun walau sedikt sekalipun, bersyukurlah terhadap apa yang kita miliki dan kita telah dapatkan sekarang ini, karena bersyukur akan membuat nikmat dari Allah semakin Bertambah, itulah janji Allah tentang kekayaan kepada Seluruh Makhluk-NYA.

Firman Allah سبحانه و تعالى :
“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih“. ( QS. Ibrahim: 7).

Demikianlah Ulasan panjang tentang bagaiman cara menjemput rezeki allah yang telah sejak berabad-abad lalu dikabarkan kepada kita semua sebagai hamba-NYA bahwasanya rezeki, kematian, Jodoh semua telah diatur tinggal bagaimana cara kita menjemputnya saja apakah ingin cara menjemput rezeki dengan benar atau meniti jalan yang salah. Pada dasarnya Kita manusia diberikan kebebasan memilih hanya saja asal siap menerima segala konsekuensinya nanti di akhirat, Karena apa yang kita perbuat tak luput meski sebiji sawipun dari pengawasan dan pencatatan Malaikat Allah ta’ala yang kelak menjadi pertanggung jawaban kita.

Jadi, marilah senantiasa meningkatkan iman dan takwa serta ibadah kita kepada Allah SWT. Insya Allah, berbagai kebaikan akan mengalir sejalan dengan usaha kita untuk terus mendekatkan diri kepada-Nya. Diantaranya ketenangan hidup dan keberkahan rezeki. Wallahu a’lam bish shawab. Semoga Bermanfaat.

Artikel Terkait

loading...

Contoh Naskah Pidato Tentang Perpisahan

Dalam suatu kurun waktu tertentu pastinya kita semua akan mengalami apa yang disebut sebagai perpisahan. Bahkan terkadang dalam acara perpi...

MY ARTIKEL




loading...