ANJING-ANJING NERAKA Yang Patut Diwaspadai

Anjing Neraka menurut hadist Nabi yang akan saya jelaskan di bawah ini, seburuk-buruk manusia yang terbunuh karena memberontak terhadap penguasa Islam waktu itu atau pada masa pemerintahan Ali bin Abi Thalib. Kemudian menjadi suatu ucapan dan perkataan viral saat ini dalam dunia dakwah, bahwa para teroris itu adalah anjing-anjing Neraka. 


Namun sempit sekali rasanya makna hadist itu, jika semata hanya untuk menilai kelompok pembunuh belaka. Pasti pengertian kata "anjing neraka" itu bermakna luas, bisa dipakai sebagai tolak ukur nilai yang sifatnya memberontak terhada Islam. Yaitu Para pembangkang Islam, dan juru dakwah yang menjadi corong kefasikan dalam suatu negeri, para ulama-ulama dan kalangan ustad-ustad yang menggadaikan dakwah Islamnya demi mengejar kehormatan dan kedudukan dunia semata, yang sama sekali tidak mendorong mencintai Islam dan Syariatnya.

Karena Nabi juga bersabda, sebagai penegasan hadist "Anjing-Anjing Neraka". Bahwa sesudah kebaikan Islam, akan muncul da'i-da'i atau dikenal dengan ustad palsu yang mengajak ke neraka Jahannam. Siapa dia ?, siapa mereka ?. Mengapa harus para da'i atau ustad palsu yang disebut oleh hadist nabi.

Da'i ini maksudnya adalah mereka yang bertugas menyeru manusia kejalan Allah, dengan bekal-bekal warisan Rasulullah. Berdakwah, meneruskan langkah para Nabi, menancapkan kalimat Tauhid di dunia ini menurut tata cara dakwah nabi Muhammad. Karena seorang da'i berarti tim sukses dari ajaran tawhid. Selama para da'i masih berpatokan pada arogansi akal masing-masing tidak sesuai dengan tuntunan Rasulullah, menyebutkan konsep dakwah selain yang dituntun oleh Nabi yang terbaik, patut diobsesikan orang itu pada "Anjing Neraka".

Sabda Rasulullah S.A.W kepada Mu'adz, "Wahai Mu'adz, apabila di dalam amal perbuatanmu itu ada kekurangan :
  1. Jagalah lisanmu supaya tidak terjatuh di dalam ghibah terhadap saudaramu/muslimin. 
  2. Bacalah Al-Qur'an 
  3. tanggunglah dosamu sendiri untukmu dan jangan engkau tanggungkan dosamu kepada orang lain. 
  4. Jangan engkau mensucikan dirimu dengan mencela orang lain. 
  5. Jangan engkau tinggikan dirimu sendiri di atas mereka. 
  6. Jangan engkau masukkan amal perbuatan dunia ke dalam amal perbuatan akhirat. 
  7. Jangan engkau menyombongkan diri pada kedudukanmu supaya orang takut kepada perangaimu yang tidak baik. 
  8. Jangan engkau membisikkan sesuatu sedang dekatmu ada orang lain. 
  9. Jangan engkau merasa tinggi dan mulia daripada orang lain. 
  10. Jangan engkau sakitkan hati orang dengan ucapan-ucapanmu. 
Sabda Rasulullah S.A.W., "Dia adalah anjing-anjing di dalam neraka yang akan merobek-robek daging orang (menyakiti hati) dengan lisannya, dan anjing itupun merobek serta menggigit tulangnya."

Kata Mu'adz, " Ya Rasulullah, siapakah yang dapat bertahan terhadap keadaan seperti itu, dan siapa yang dapat terselamat daripadanya?"

Sabda Rasulullah S.A.W., "Sesungguhnya hal itu mudah lagi ringan bagi orang yang telah dimudahkan serta diringankan oleh Allah S.W.T."

Rasulullah SAW juga telah memperingatkan kita :

يَخْرُجُ قَوْمٌ مِنْ أُمَّتِي يَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ لَيْسَ قِرَاءُتُكُمْ إِلَى قِرَاءَتِهِمْ بِشَيْءٍ وَلاَ صَلاَتُكُمْ إِلَى صَلاَتِهِمْ بِشَيْءٍ وَلاَ صِيَامُكُمْ إِلَى صِيَامِهِمْ بِشَيْءٍ

"Akan keluar satu kaum dari umatku yang membaca Al-Qur'an, dimana bacaan kalian tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan bacaan mereka, demikian pula sholat kalian tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan sholat mereka, juga puasa kalian tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan puasa mereka."(HR. Muslim no 2516)

Perhatikanlah bagaimana hebatnya ibadah mereka, namun bersamaan dengan itu, Rasulullah menyatakan mereka adalah anjing-anjing neraka, sebagaimana dalam hadits berikut ini:

كِلاَبُ النَّارِ شَرُّ قَتْلًى تَحْتَ أَدِيْمِ السَّمَاءِ خَيْرُ قَتْلَى مَنْ قَتَلُوهُ

"Mereka adalah anjing-anjing neraka. seburuk-buruknya makhluk yang terbunuh di bawah kolong langit, sedang sebaik-baiknya makhluk yang terbunuh adalah yang dibunuh oleh mereka." HR. At-Tirmidzi, (no. 3000), dari Abu Umamah Al-Bahili -radhiyallahu'anhu-, dihasankan dalam Al-Misykah, (no. 3554)

أَنَّ الْحَرُوْرِيَّة لَمَّا خَرَجَتْ عَلَى عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ وَهُوَ مَعَهُ فَقَالُوا " لاَ حُكْمَ إِلاَّ لِلَّهِ " قَالَ عَلِيٌّ : كَلِمَةُ حَقٍّ أُرِيْدَ بِهَا بَاطِلٌ, إِنَّ رَسُولَ اللهِ {صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ} وَصَفَ لَنَا نَاسًا إِنِّي لَأَعْرِفُ صِفَتَهُمْ فِي هَؤُلاَءِ يَقُوْلُونَ الَحَقُّ بِأَلْسِنَتِهِمْ لاَ يُجَاوِزُ هَذَا مِنْهُمْ وَأَشَارَ إِلَى حَلَقِهِ . (رواه مسلم )

"Ketika kaum Khawarij Haruriyah memberontak kepada pemerintahan Ali bin Abi Thalib mereka mengatakan, "Tidak ada hukum kecuali milik Allah". Maka Ali berkata,"Perkataan yang benar, namun yang diinginkan dengannya adalah kebatilan. Sesungguhnya Rasulullah pernah menjelaskan kepadaku tentang ciri-ciri sekelompok orang yang telah aku tahu sekarang bahwa ciri-ciri tersebut ada pada mereka (Khawarij), yaitu mereka mengucapkan perkataan yang benar hanya dengan lisan-lisan mereka, namun tidak melewati kerongkongan mereka. (HR. Muslim)

Saat ini, ciri-ciri yang disebutkan didalam hadits itu terdapat pada segelintir umat Islam di Indonesia. Mereka selalu teriak-teriak "Tiada Hukum kecuali milik Allah", mereka meng-kufur-kan negeri Indonesia yang sah secara hukum Fiqh. Semoga kita dan negeri Indonesia tercinta ini berada dalam lindungan Allah SWT.

Artikel Terkait