Hukum Menunda Waktu Sholat Dari Waktu Yang Telah Ditentukan

Karena begitu pentingnya perkara ibadah ini, Allah SWT memberikan keringanan bagi mereka yang tidak bisa berdiri boleh melaksanakan dengan duduk, bagi yang tidak bisa duduk diperbolehkan untuk berbaring, dan apabila berbaring juga tidak bisa maka boleh melaksanakannya dengan menggerakkan mata sebagai isyarat.

Ini menandakan betapa pentingnya shalat dalam kehidupan manusia. Namun meski sudah diberikan kemudahan dalam pelaksanaannya, tetap saja manusia sering lalai untuk menunaikannya. Apalagi di era modern seperti sekarang ini, pekerjaan menentukan seberapa besar gaji yang akan diterima. Maka akan ada banyak orang yang sering sekali lupa waktu ketika telah mengerjakan pekerjaan mereka, dan pada akhirnya ketika waktu shalat datang, mereka pun hanya bisa menundanya karena takut pekerjaan tak akan selesai.

Perkara ini Jelas merupakan sebuah pelanggaran yang dilakukan manusia karena waktu shalat itu sudah ditentukan, sebagaimana firman ALLAH didalam surat Annisa 103 ;


DIRIWAYATKAN dari Mu’adz bin Jabal r.a., dari Ibnu Abbas r.a, iblis berkata kepada Rasulullah SAW, ”Wahai Muhammad, sesungguhnya diantara umatmu ada orang yang menunda-nunda salatnya dari waktu ke waktu. Ketika ia hendak menjalankan salat, saya selalu berada padanya dan mengganggu sembari berkata kepadanya, ‘Masih ada waktu, teruskan engkau sibuk dengan urusan dan pekerjaan yang engkau lakukan’. Maka ia menunda salatnya, dan kemudian salat diluar waktunya.

Akibatnya dengan shalat yang dikerjakan diluar waktunya, itu akan dipukul di kepalanya. Iblis melanjutkan, kalau saya merasa kalah, maka saya mengirim kepadanya salah seorang dari setan-setan manusia yang akan menyibukkan waktunya. Kalau dengan usaha itu saya masih kalah, maka saya tinggalkan sampai ia menjalankan salat.

Mereka terus saya ganggu. Saat sedang salat, saya berkata kepadanya, ‘Lihatlah ke kanan dan ke kiri’. Akhirnya ia melihat. Maka pada saat itu wajahnya saya usap dengan tangan saya, kemudian saya menghadap didepan matanya sembari berkata, ‘engkau telah melakukan apa yang tidak akan menjadi baik lamanya’.

Wahai Muhammad, engkau tahu, bahwa orang yang banyak menoleh dalam shalatnya, Allah akan memukul kepalanya dengan shalat tersebut. Kalau dalam shalat ia sanggup mengalahkan saya, sementara ia shalat sendirian, maka saya perintahkan untuk tergesa-gesa. Ia pun akan mengerjakan shalat seperti ayam yang mencocok benih-benih untuk dimakan dan segera meninggalkannya.

Kalau ia sanggup mengalahkan saya, dan shalat berjamaah, maka saya kalungkan rantai dilehernya. Ketika ia sedang ruku saya tarik kepalanya keatas sebelum imam bangun dari ruku, dan saya turunkan sebelum imam turun.Wahai Muhammad, engkau tahu, bahwa orang yang melakukan shalat seperti itu, maka batal shalatnya, dan di hari Kiamat nanti Allah akan mengganti kepalanya dengan kepala keledai.

Kalau dengan cara tersebut saya masih kalah, maka saya perintahkan meremas-remas jari-jemarinya sehingga bersuara, sedangkan ia sedang shalat, karenanya ia tidak termasuk orang-orang yang bertasbih kepadaku padahal ia sedang shalat.

Kalau dengan cara tersebut masih juga tidak mempan, maka saya tiup hidungnya sehingga ia menguap, sementara ia sedang shalat. Kalau ia tidak menutupi mulutnya dengan tangannya, maka setan masuk kedalam perutnya, sehingga ia semakin rakus dengan dunia dan berbagai perangkapnya. Ia akan selalu mendengar dan taat kepadaku.

Kemudian iblis berkata, ‘Bagaimana umatmu bisa bahagia wahai muhammad, sementara saya memerintah orang-orang miskin untuk meninggalkan shalat, dan saya berkata kepadanya, ‘Shalat bukanlah kewajiban kalian, shalat hanya kewajiban orang-orang yang diberi nikmat oleh Allah’.

Saya Juga berkata kepada orang yang sakit, ‘Tinggalkan shalat, karena shalat bukanlah kewajibanmu. Shalat hanyalah kewajiban orang-orang yang diberi nikmat kesehatan. Sebab Allah sudah berfirman, ‘…dan tidak apa-apa bagi seorang yang sedang sakit…’ (QS An-Nur: 61). Kalau engkau sudah sembuh baru melakukan shalat. Akhirnya ia mati dalam kondisi kafir. Apabila ia mati dengan meninggalkan shalat ketika sedang sakit, maka ia akan bertemu Allah dengan dimurkai. Astagfirullah..

Shalat yang dikerjakan tepat pada waktu yang telah ditentukan, maka Allah akan memberikan beberapa kemuliaan seperti:
  1. Lebih dicintai Allah
  2. Badannya selalu sehat
  3. Keberadaannya selalu dijaga malaikat, dimanapun ia berada maka malaikat akan selalu bersamanya dan melindunginya
  4. Rumahnya diberkahi dan dijaga para malaikat
  5. Wajahnya menampakkan jati diri orang shalih, nampak bercahaya diwajahnya
  6. Hatinya dilunakkan oleh Allah, orang yang lembut hatinya maka akan dengan mudah menerima kebenaran dari Allah
  7. Dia akan menyeberang Shirath (jembatan di atas neraka) seperti kilat
  8. Akan diselamatkan Allah dari api neraka dan Allah Akan menempatkannya di surga kelak bertetangga dengan orang-orang yang tidak ada rasa takut bagi mereka dan tidak pula bersedih hati

Lantas, apa hukum menunda shalat karena pekerjaan?
Jika penundaan shalat tersebut masih dalam rentang awal hingga akhir waktu, dan shalat masih dikerjakan pada waktunya, maka tidak mengapa. Karena menyegerakan shalat di awal waktu adalah hal yang utama. Hingga meremehkannya menjadi tindakan yang membahayakan keimanan.

Berikut ini ancaman yang bagi orang-orang yang suka menunda salatnya.
1. Allah SWT memberikan ancaman Neraka bagi mereka yang suka menunda-nunda waktu salatnya tanpa alasan syariat yang dibenarkan. 
Dintaranya akan dimasukan kedalam Ghayyu dan Wail yang merupakan lembah-lembah yang berada di Neraka Jahanam.
“Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek), yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka kelak mereka akan menemui “ghayyu“. Kecuali orang-orang bertaubat, beriman dan beramal shaleh, maka mereka akan masuk surga dan tidak dianiaya (dirugikan) sedikit pun.” (QS.Maryam:59-60)

“Maka wail-lah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya.” (QS.Al-Maun:4-5)

Ghayyu merupakan lembah yang berbau sangat busuk yang sangat jauh kedalamannya dan berisikan nanah dan darah.

Sedangkan wail adalah lembah di neraka jahanam yang seandainya gunung di dunia dijatuhkan ke dalamnya, maka akan hancur lembur karena panasnya.

2. Sengaja menunda ibadah ini juga akan dimasukan kedalam golongan yang menemui kesesatan dan golongan yang mendapat celaka.
Selama ini, manusia memahami bahwa menunda shalat hanya akan melanggar maksiat ringan. Padahal, kegiatan menunda ini termasuk dalam dosa besar.

“Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya.” (QS. Al-Maa’uun: 4-5).

3. Orang yang salat namun sengaja menunda hingga akhir waktu tanpa alasan syariat makan tergolong orang-orang yang munafik. Munafik merupakan Sifat dimana seseorang berpura-pura mengikuti ajaran agama namun sebenarnya mereka tidak mengakuinya dalam hati. Berikut ini Qalam Allah dan hadist Nabi Muhammad terkait hal tersebut.

“Sesungguhnya orang-orang munafik menyangka bisa menipu Allah, tapi sungguh Allah lah yang menghinakan mereka. Yaitu ketika mereka diseru untuk shalat, mereka bermalas-malasan…” (QS. An-Nisa: 142)

"Ini adalah Shalatnya orang Munafik. ketika ia duduk mengamati matahari sampai ia berada diantara kedua tanduk syaitan, kemudian ia berdiri untuk mengerjakan shalat 4 rakaat, ia hanya mengingat Allah sedikit saja." (HR. Muslim : 103).

4. Orang yang melalaikan salatnya karena alasan duniawi juga tidak akan mendapat syafaat dari Nabi Muhammad SAW di Yaumul Mahsyar kelak.
Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Janji antara aku dan umatku adalah sholat. Barangsiapa yang tidak sholat, maka tidak ada ikatan janji apa-apa antara aku dan orang itu”.

Jadi utamanya adalah muballigh yang rajin bersholawat tapi tidak mau mengerjakan sholat atau sudah mau mengerjakan shalat tapi lewat waktunya, kelak pada hari kiamat jangan menagih janji meminta syafa’at kepada Nabi Muhammad Shollallohu ‘Alaihi Wasallam.

5. Menunda shalat sebenarnya juga merugikan diri sendiri. Terkait penjelasan medis, ternyata shalat diawal waktu memiliki manfaat kesehatan yang begitu menakjubkan.

Rahasia itu terungkap berdasarkan beberapa penelitian dan pengamatan para pakar di bidangnya. Setiap perpindahan waktu sholat, bersamaan dengan terjadinya perubahan tenaga alam dan dirasakan melalui perubahan warna alam.

Artinya kita bisa mengikuti irama alam dan menyerap energy positifnya. Jadi semakin kita menunda shalat, maka kita tidak akan mendapat manfaat medis dari tiap waktu yang sudah ditentukan. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan bahwa orang yang sengaja menunda shalat sehingga keluar dari waktunya tanpa udzur syar’i maka ia tidak bisa mengganti shalat tersebut.

Karena sudah keluar dari waktu yang diperintahkan oleh syariat untuk mengerjakannya tanpa udzur, sehingga ia menjadi amalan yang tidak diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Ternyata tidak cukup dengan menjalankan shalat saja, namun harus mengerti tata cara dan waktunya sehingga tidak termasuk orang yang merugi dalam shalat.

Semoga kita termasuk dalam golongan yang selalu menyegerakan shalat dan terhindar dari ancaman-ancaman tersebut. Silahkan like dan share artikel ini jika bermanfaat semoga bernilai ibadah buat kita semua.
loading...

Artikel Terkait

Amalan Ibadah Yang Harus Dilakukan Seorang Muslim Selama Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan bagi umat muslim seluruh dunia merupakan bulan penuh berkah, hikmah dan ampunan, karena berbagai amal perbuatan dapat menjad...