Efisiensi Dan Peralatan Penunjang Untuk Pengoperasian PLTU

Unit PLTU memerlukan beberapa alat bantu yang menunjang kelangsungan operasinya. Alat bantu penunjang tersebut merupakan unit/instalasi dan sistem tersendiri yang berfungsi membantu memasok kebutuhan operasi PLTU. Unit penunjang tersebut antara lain adalah : 
• Desalination plant 
• Demineraliser plant 
• Hydrogen plant 
• Chlorination plant 

Keberadaan instalasi penunjang ini sangat mendukung sistem operasi PLTU, tetapi tidak berpengaruh secara langsung terhadap kontinyuitas operasi PLTU. Jika salah satu instalasi penunjang terganggu, maka dalam jangka pendek PLTU tetap dapat beroperasi. Terhentinya operasi instalasi penunjang baru akan berdampak terhadap operasi PLTU setelah berlangsung beberapa lama. 

Desalination Plant 
Fungsi desalination plant adalah mengolah air laut menjadi air murni. Proses desalination yang umum dilakukan adalah dengan cara menguapkan (evaporating) air laut. Bila air laut dipanaskan, maka airnya akan menjadi uap dan garam-garamnya akan tertinggal. Selanjutnya bila uap tersebut didinginkan akan diperoleh air kondensat yang disebut air desal atau fresh water. 
Gambar desalination plant 

Demineraliser plant 
Fungsi demin plant adalah untuk mengolah air tawar menjadi air demin (air murni yang tidak mengandung mineral) Proses penghilangan mineral dilakukan secara kimia dengan menggunakan saringan/penukar cation dan saringan/penukar anion serta saringan campuran (mixed bed). 
Gambar diagram demin plant 

Chlorination Plant 
Chlorination plant berfungsi untuk memproduksi sodium hypochlorite dari air laut secara electrolisa. Proses produksi chlorin adalah dengan mengalirkan air laut kedalam electrolyt cell/generator yang diberi tegangan DC sehingga menghasilkan sodium hypochlorite (NaOCl) dan gas hidrogen. Sodium hypochlorite yang dihasilkan oleh generator dialirkan kedalam storage tank, bertubulensi memisahkan gas hidrogen dan ditampung dalam tangki hypochlorite. Fungsi sodium hypochlorite adalah mengontrol micro organisme yang ada dalam sistem air pendingin. 

Efisiensi Dalam Pengoperasian PLTU
Idealnya, kita menghendaki agar proses konversi energi di PLTU berhasil merubah energi kimia (input) seluruhnya menjadi energi listrik (output). Tetapi pada kenyataannya, hal ini tidak mungkin dapat dilaksanakan karena adanya berbagai kerugian (losses) yang terjadi hampir disetiap komponen PLTU. Akibat kerugian-kerugian tersebut, maka energi listrik yang dihasilkan PLTU selalu lebih kecil dari energi kimia yang masuk ke sistem PLTU. 

Dalam kaitannya dengan output dan input, seringkali kita mendengar istilah efisiensi. Secara umum, efisiensi didefinisikan sebagai perbadingan antara output terhadap input dalam suatu proses. Gambar di bawah ini merupakan ilustrasi dari efisiensi dalam kaitannya dengan input, output dan losses. 
Gambar Korelasi Input, Output Dan Losses Terhadap Efisiensi 

Secara matematis, efisiensi dapat dinyatakan : 
                               out put 
Efisiensi (η) =---------------------x 100 %, atau 
                                 input 
                         
                          input - losses 
Efisiensi (η) = --------------------x 100 % 
                                  input 

PLTU dirancang untuk menghasilkan output berupa energi listrik dalam besaran tertentu untuk sejumlah input berupa bahan bakar dalam jumlah tertentu pula. Bila seluruh komponen PLTU memiliki efisiensi yang tinggi, maka unjuk kerja (performance) PLTU tersebut dikatakan tinggi sehingga biaya operasi PLTU juga menjadi rendah. Seandainya karena suatu sebab unjuk kerja PLTU turun, berarti PLTU memerlukan lebih banyak bahan bakar untuk menghasilkan output energi listrik sesuai desain. 

Efisiensi Siklus Rankine 
Untuk menghitung efisiensi termal maka terlebih dahulu harus dicari besarnya input, output atau losses. Untuk mengetahui besarnya input, output atau losses, maka itu kita harus dapat merepresentasikan siklus PLTU dalam diagram Temperatur - Entropi. 

Gambar 2 merupakan siklus PLTU dengan superheater tanpa pemanas awal air pengisi. Sedangkan gambar 1.2.1.b adalah tampilan siklus PLTU tersebut dalam diagram temperatur - entropi (T - S). 
Gambar siklus tertutup PLTU 
Gambar Siklus Rankine 

Dari ilustrasi tersebut maka efisiensi termal dapat dihitung dengan cara : 
                  output 
• ηth =----------------x 100 %           dimana output = h4 - h5 
            input                                                   input = h4 - h1 

atau 

             input - losses 
• ηth =----------------x 100 %              dimana input = h4 - h1 
                   input                                            losses = Ts (S5 - S1) 

Artikel Terkait

0 Response to "Efisiensi Dan Peralatan Penunjang Untuk Pengoperasian PLTU"

Post a Comment